Diduga Curi Data Pengguna, Google dan Tinder Diselidiki

CNN Indonesia | Kamis, 06/02/2020 11:39 WIB
Diduga Curi Data Pengguna, Google dan Tinder Diselidiki Ilustrasi aplikasi Tinder. (Istockphoto/Tero Vesalainen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Irlandia menyelidiki perusahaan raksasa Google dan Tinder atas kasus skandal pengambilan data pengguna di Eropa tanpa izin.

Komisi Perlindungan Data (DPC) Irlandia mengaku telah banyak menerima pengaduan dari berbagai asosiasi konsumen Eropa soal tidak adanya transparansi dalam pengambilan data yang dilakukan Google dan Tinder.

"Penyelidikan akan dilakukan terhadap Google dan Tinder terkait dasar hukum mereka untuk memproses data pengguna. Penyelidikan juga akan berfokus soal transparansi pengambilan data," ujar anggota DPC Irlandia mengutip AFP, Kamis (6/2).


Lebih lanjut, DPC menegaskan bahwa layanan teknologi MTHC, perusahaan aplikasi jodoh Tinder menjadi sorotan soal perlindungan data bagi penggunanya. Sementara untuk kasus Google, DPC menegaskan banyak menerima keluhan atas pengambilan data lokasi pengguna tanpa transparansi.


Pemerintah Irlandia mengaku ikut bertanggungjawab atas kasus dua perusahaan raksasa Silicon Valley itu karena kantor pusat Google dan Tinder Eropa berada di negaranya.

Kepada AFP, Google mengklaim akan kooperatif dengan penyelidikan yang dilakukan regulator dan asosiasi konsumen di Irlandia tersebut.

"Tahun lalu kami telah melakukan sejumlah perubahan produk untuk meningkatkan tingkat transparansi pengguna dan mengontrol data lokasi," klaim Google.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, pada bulan Mei 2019, DPC Irlandia juga tengah menyelidiki Google dalam kasus perlindungan data di bidang periklanan online.

Facebook juga pernah menuduh bahwa perusahaan seperti Google, Twitter, Pinterest, dan LinkedIn juga mengumpulkan data pengguna seperti yang dilakukan perusahaannya.

Dengan demikian mereka mengumpulkan data pengguna agar bisa memberikan layanan iklan bertarget. Cara monetisasi (memperoleh pendapatan) yang serupa dengan Facebook.

Tak hanya Google, pada akhir tahun 2019, Facebook juga diselidik atas kasus menyalahgunakan data pengguna. Kali ini perusahaan itu dituduh menggunakan data pengguna sebagai kekuatan tawar menawar mereka terhadap para pengiklan. 

Tapi di sisi lain, Facebook mengumumkan kepada publik kalau mereka bakal melindungi data pengguna.

(dal/DAL)