Apple Didenda Rp374 Miliar Akibat Sengaja Buat Iphone 'Lemot'

CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 07:35 WIB
Apple Didenda Rp374 Miliar Akibat Sengaja Buat Iphone 'Lemot' Ilustrasi iphone. (CNN Indonesia/ Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Regulator asal Perancis DGCCRF (Directorate General for Competition, Consumer Affairs and Repression of Fraud) memberikan denda kepada Apple sebesar 25 juta euro atau setara dengan Rp374 miliar.

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut didenda lantaran tidak memberikan penjelasan kepada pengguna iPhone jika proses pembaruan (update) iOS pada akhir tahun 2017 berimbas pada turunnya performa perangkat.

"Pengguna iPhone tidak diberitahu bahwa menginstal pembaruan iOS (10.2.1 dan 11.2) dapat memperlambat perangkat atau ponsel mereka," ujar perwakilan DGCCRF, Jumat (7/2) seperti dilansir BBC.


Model iPhone yang menjadi 'lemot' akibat upgrade iOS tersebut adalah iPhone 6, iPhone SE, dan iPhone 7.


Kasus ini bermula saat salah satu pengguna iPhone menuliskan keluhan pada situs informasi reddit soal performa iPhone 6 hingga iPhone SE yang tiba-tiba menjadi lamban setelah melakukan pembaruan iOS. Unggahan tahun 2017 lalu tersebut diamini banyak pihak yang merasakan hal serupa.

Lalu di tahun yang sama Apple memberikan klarifikasi bahwa perusahaan sengaja memperlambat performa iPhone lawas untuk menurunkan kinerja baterai agar tidak mengakibatkan gawai mengalami mati total.

Untuk melindungi komponen inti dari iPhone maka Apple berdalih merilis pembaruan iOS demi memperlancar kinerja baterai. 

Kendati demikian, pihak Apple pada akhirnya sepakat untuk menebus kesalahannya dengan membayar denda sesuai nominal yang telah dijatuhkan.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya itu, pihak Apple setuju untuk memajang informasi selama sebulan di situs resmi Apple dengan bahasa Prancis yang menyatakan bahwa Apple 'telah melakukan praktik bisnis yang tidak sehat' serta telah membayar denda atas kesalahan tersebut.

Melansir Independent, dikatakan masalah ini telah menjadi keluhan umum setiap kali Apple merilis versi baru dari sistem operasi iOS-nya. Tahun 2017 CEO Apple Tim Cook meminta maaf dan menyebut telah menambahkan fitur yang memungkinkan pengguna mengontrol performa gawainya sendiri.

"Seluruh tindakan kami demi melayani pengguna, saya tidak bisa tekankan ini sudah cukup. Mungkin kita seharusnya membuatnya semakin jelas, tetapi tindakan kami selalu paling murni." ungkap Tim.
 
Selain itu diketahui, Tahun 2019 Apple berjanji untuk lebih meningkatkan performa yang lambat pada gawai pengguna. Dikatakan langkah anyar itu dirancang untuk memperpanjang umur perangkatnya, daripada mendorong pelanggan untuk membeli model yang lebih baru.

(khr/DAL)