Pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur teknologi dan memperluas jaringan ke 30 kota di Indonesia, serta membangun bisnis secara berkelanjutan.
Founder dan CEO Printerous Kevin Osmond optimistis pendanaan ini dapat membantu pertumbuhan bisnis melalui ekspansi dan inovasi, mengingat startup rintisannya telah berhasil memperoleh keuntungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia memiliki potensi besar dalam perekonomian digital. Berdasarkan laporan terbaru dari Google, Temasek, dan Bain Company, angka pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia mencapai 49 persen selama lima tahun terakhir, menjadi yang terpesat di kawasan Asia Tenggara.
"Kami memiliki visi untuk meningkatkan seluruh ekonomi digital di Asia Tenggara dan mendukung startup lain dengan tujuan yang serupa. Printerous mampu memberdayakan industri tradisional dengan teknologi dan layanan tambahan lainnya, sehingga menguntungkan bagi percetakan maupun pengguna. Printerous adalah salah satu startup dari Indonesia yang kami percaya mempunyai peluang besar," ujar Mulyono.
Senada, CEO GDP Venture Martin Hartono menyatakan bahwa dukungan terhadap startup lokal harus terus dilakukan untuk perkembangan industri dalam negeri.
"Kami selalu mendukung perusahaan lokal Indonesia yang bisa mengembangkan solusi-solusi baru, seperti salah satunya Printerous di industri percetakan dan packaging," tambah Martin.
Diketahui, saat ini Printerous merupakan platform cetak online terbesar yang memfasilitasi lebih dari 250 percetakan dan telah membantu lebih dari 35 ribu pelaku bisnis. Ke depannya, Printerous akan terus berupaya untuk menyediakan platform mencetak yang dapat menghemat biaya, mudah, dan transparan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. (fef)