'Winter Is Coming' Dianggap Jadi Momen Buat Investasi Startup

CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 23:20 WIB
'Winter Is Coming' Dianggap Jadi Momen Buat Investasi Startup Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemodal ventura Golden Gate Ventures menganggap siklus ekonomi 'Winter Is Coming' sebagai ajang perlombaan bagi para investor untuk menanamkan modal mereka ke perusahaan rintisan (startup) untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

"Masa Winter membantu mereka [investor] melakukan investasi ke sejumlah startup untuk meraup lebih banyak keuntungan," kata Perwakilan Golden Gate Ventures, Michael Lints, saat menjadi pembicara di Indonesia PE-VC Summit 2020 di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Rabu (15/1).

Istilah 'Winter Is Coming' memang sempat menjadi perbincangan hangat karena pernah disebut Presiden Joko Widodo pada pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali, tahun lalu.

Jokowi meminjam istilah 'winter is coming' untuk menggambarkan ketidakpastian dan perlambatan ekonomi dunia yang terjadi pada tahun ini. Bahkan, musim dingin turut menyerang beberapa negara lain hingga menimbulkan kemerosotan ekonomi.


Semua bermula dari perang dagang antara AS dan China yang kemudian menekan pertumbuhan ekonomi dunia dan negara-negara lain. Kendati demikian, kejar-kejaran antar investor itu kata Lints jangan dianggap sebagai sebuah kompetisi.

"Jangan kita melihatnya sebagai kompetisi, ini hanya sebuah visibilitas atau kesempatan yang baik untuk menerima lebih banyak keuntungan," pungkas Lints.

Era musim gugur ini dilaporkan telah merugikan perusahaan investasi raksasa asal Jepang, SoftBank yang mengalami kerugian dalam laporan keuangan kuartal beberapa waktu lalu.
[Gambas:Video CNN]
Kerugian SoftBank itu disebut akibat dari dari investasi besar pada startup yang belum menghasilkan keuntungan dan justru mengalami penurunan valuasi secara drastis, seperti Wework dan Uber.

Beberapa waktu lalu, Wework diketahui terancam kehabisan dana karena aksi bakar uang yang dilakukan. Setiap kuartal Wework disebut-sebut membakar uang hingga US$700 juta.

Untuk menyelamatkan Wework, Softbank menyuntikkan dana hingga US$9,5 miliar dan menguasai 80 persen saham perusahaan. Saat ini valuasi perusahaan sudah turun dari US$47 miliar menjadi US$8-9 miliar saja. (din/eks)