Guru SLB Beli Motor Baru Berkat Kerja Sampingan Driver Grab

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 16:50 WIB
Guru SLB Beli Motor Baru Berkat Kerja Sampingan Driver Grab Ilustrasi (Foto: Dok. Grab)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak mudah untuk menjadi seseorang seperti Bang Calu. Di usia yang masih terbilang muda, ia memilih untuk melakoni dua profesi sekaligus.

Pria bernama asli Syarul Hakim itu menjalani hari-harinya dengan mengajar di sekolah luar biasa (SLB) mulai pukul 7.30 pagi sampai 12 siang. Seusai mengajar ia lanjut 'narik' Grab.

Bang Calu sudah mengajar anak berkebutuhan khusus sejak 2015. Menjadi guru SLB memang merupakan cita-citanya semenjak kuliah.


Profesi guru SLB hingga kini masih dianggap sebelah mata oleh banyak orang. Namun pria 27 tahun itu meyakini bahwa menjadi guru SLB adalah tugas yang mulia meski tantangannya pun begitu besar.

"Suka dukanya luar biasa sekali. Kalau lari langsung keluar sekolah, harus kita jagain. Siswa meludahi. Ya kita terima dan ikhlas. Buat apa marah? Sebagai gurunya, kita ajarkan agar menjadi sopan. Kita ajarkan bermain gitar, talinya diputus pakai gunting. Drum robek, kita ganti. Mereka lupa, kita tetap mengajarnya," ujar Bang Calu, Senin (17/2). 

Belum lagi gaji sebagai guru SLB yang diakuinya rendah. Kendati menerima imbalan yang tak seberapa sebagai guru abdi di negeri sendiri, nyatanya tak menyurutkan semangat Bang Calu. Dia melihat waktu luang setelah bekerja di sekolah masih bisa dimanfaatkan untuk melakukan hal lain.

"Gaji nggak seberapa, tetap disyukuri. Tapi kalau bisa cari rezeki tambahan, itu baik juga," tambahnya.

Kemudian ia memutuskan mencari pekerjaan sampingan yang waktu kerjanya fleksibel. Pada 2017, Bang Calu didaftarkan Grab oleh temannya. Waktu yang masih senggang selepas mengajar membuat Bang Calu pun ingin menggunakan waktu luang sebagai lahan mencari tambahan penghasilan.

"Sekarang modal motor sama hape, bisa beli motor lagi. Ganti motor untuk pelayanan lebih baik. Karena motor lama sudah sering diperbaiki," kenangnya.

Bagi Bang Calu, bekerja di Grab tak semata soal rupiah. Ia juga manfaatkan untuk memperluas pergaulan dan membangun solidaritas sesama mitra Grab di Makassar dengan mendirikan Komunitas Lintas Sudiang.

"Lumayan anggotanya sudah 100 lebih. Selalu berkoordinasi antarwilayah. Ada teman ngalong pas malam, mereka selalu share location," ujarnya.

Menurutnya, berkomunitas itu bisa menjadi penggerak untuk turun membantu teman yang membutuhkan pertolongan sekaligus menjunjung rasa persaudaraan. 

"Yang tua kita hormati. Sesama muda menghargai supaya kita tidak terpecah belah. Seru sekali berkomunitas," pungkasnya. (fef)