SpaceX Siap Bawa Turis Antariksa 2021, Patok Harga Miliaran

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 05:22 WIB
SpaceX Siap Bawa Turis Antariksa 2021, Patok Harga Miliaran SpaceX berencana siap bawa turis antariksa ke luar angkasa pada 2021 mendatang dengan biaya miliaran rupiah. (David McNew/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen pesawat luar angkasa, SpaceX mengumumkan pihaknya siap menerbangkan empat orang turis ke antariksa akhir 2021.

Perjalanan luar angkasa ini ditawarkan US$52 juta (Rp712 miliar; US$1 = Rp13,699) per orang. Harga ini serupa dengan tawaran perjalanan luar angkasa SpaceX-Bigelow yang sama-sama dibanderol US$52 juta.

Kedua perjalanan ini dihargai lebih murah dari SpaceX dengan NASA dibanderol Rp840 miliar. Perjalanan dengan NASA untuk tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akan berlangsung selama sebulan.

Perusahaan yang digawangi Elon Musk ini diketahui telah menggandeng perusahaan Space Adventures untuk mewujudkan rencana SpaceX itu.


"Misi bersejarah ini bertujuan untuk membuat perjalanan ke antariksa bisa dilakukan oleh siapa saja dan kami sangat senang bekerja dengan tim Space Adventures," kata Presiden dan COO SpaceX Gwynne Shotwell dikutip CNBC

Nantinya, turis akan diterbangkan dengan pesawat ruang angkasa buatan Rusia dari Pelabuhan Antariksa Cape Canaveral, Florida, AS. Empat orang turis terpilih ini akan menjalani pelatihan selama beberapa minggu.

Misi ini disebut akan berlangsung selama lima hari. Selain itu diperkirakan misi akan diterbangkan pada akhir 2021 hingga pertengahan 2022 dari pusat peluncuran Cave Canaveral.

Berbeda dengan misi NASA yang memungkinkan turis tinggal di ISS, penerbangan SpaceX ini hanya akan membawa turis mengorbit mengelilingi Bumi saja dan kembali.

Pendiri Space Adventures Eric Anderson mengatakan misi ini akan mengudara dua hingga tiga kali ketinggian Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Stasiun itu sendiri berada di ketinggian 400 kilometer dari permukaan bumi (250 mil), seperti dilansir The Verge. 

[Gambas:Video CNN]

Saat ini, Boeing dan SpaceX tengah mengembangkan sistem peluncuran roket dan kapsul untuk tujuan komersil itu. SpaceX mengembangkan Crew Dragon. Sementara Boeing mengembangkan Starliner.

Kedua perusahaan juga dituntut untuk kembali menerbangkan astronot ke ISS dari tanah AS untuk pertama kalinya. Sebab, dalam satu dekade terakhir, AS tergantung pada Rusia untuk menerbangkan astronot mereka ke orbit. (din/eks)