4 Dampak Corona Mulai Kurang Pasokan sampai Tutup Kantor

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 18:30 WIB
4 Dampak Corona Mulai Kurang Pasokan sampai Tutup Kantor Ilustrasi penyebaran virus corona. (Foto: ANTARA FOTO/KBRI Beijing)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korban meninggal akibat terinfeksi virus corona novel (COVID-19) hingga hari ini (19/2) tercatat mencapai 2.120 orang.

Sebagian besar korban meninggal merupakan warga China, khususnya di Wuhan, Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus corona. Sebanyak 2.000 orang meninggal di China dan lima lainnya di Hongkong, Taiwan, Jepang, Filipina, dan Prancis.

Akibat wabah virus itu, sejumlah sektor industri mengalami gangguan khususnya perusahaan yang bergerak pada sektor teknologi.


1. Kebijakan Karyawan Bekerja dari Rumah

Sejumlah perusahaan menerapkan kebijakan kepada seluruh karyawan mereka untuk bekerja di rumah. Salah satunya perusahaan teknologi asal Jepang yakni Sony.

Sebab, Jepang merupakan salah satu negara dengan kasus virus corona terbanyak di luar China.

Dilansir Kr Asia, pada Selasa (18/2), Sony mendesak seluruh karyawannya untuk bekerja di rumah dan menghindari pulang-pergi saat jam sibuk.

Jika ada karyawan Sony yang memilih untuk tetap bekerja di kantor, perusahaan menerapkan jam kerja yang lebih pendek mulai siang hari sampai pukul 15:30.

Sementara di China, beberapa perusahaan memanfaatkan sejumlah aplikasi seperti Zoom, WeChat, Sky for Business, dan WhatsApp untuk melaksanakan konferensi video.

"Kami bekerja dari rumah dan menggunakan aplikasi yang menyediakan fitur video agar bisnis tetap berjalan," kata Presiden IHS Markit Asia, Shane Akeroyd dikutip South China Morning Post.

2. Penutupan Sejumlah Kantor dan Toko

Pada awal Februari lalu, perusahaan teknologi raksasa dunia seperti Apple, Samsung, Microsoft, Google, Amazon secara beruntun menutup kantor dan toko-toko mereka di China untuk sementara waktu akibat wabah virus corona.

3. Kekurangan Produksi dan Penundaan Peluncuran Perangkat

Dilansir The Verge, pabrik manufaktur perangkat Apple di China yaitu Foxconn dan Pegatron disebut bakal menunda produksi iPhone dan AirPod karena pemerintah China masih belum memperbolehkan pabrik dibuka.

Oleh sebab itu menyebabkan pasokan iPhone berkurang hingga menurunkan pendapatan perusahaan.

Apple diketahui memiliki fasilitas produksi cukup besar berbasis di China yang menjadi negara awal penyebaran virus corona.

Sepanjang 2019, sebanyak 3,2 juta perangkat iPhone telah beredar di negara Tirai Bambu itu. Angka ini naik dibanding 2018, atau Apple hanya mendistribusikan 2,7 juta unit iPhone.

[Gambas:Video CNN]
4. Pagelaran Pameran Teknologi Terbesar Dunia Batal

Penyelenggaraan Mobile World Congress 2020 dipastikan batal menyusul ancaman penyebaran virus corona yang hingga kini masih masif.

Pihak penyelenggara mengatakan keputusan pembatalan MWC 2020 dilakukan atas alasan keamanan dan kesehatan lingkungan di Barcelona yang menjadi lokasi perhelatan.

Keputusan untuk membatalkan perhelatan perangkat (device) dan teknologi seluler tahunan itu ditempuh setelah petinggi GSMA menggelar pertemuan rutin pada Jumat (7/2) pekan lalu.

Tak hanya itu, sejumlah raksasa teknologi dunia seperti Amazon, ZTE, Ericsson, LG, Sony, Facebook, Nokia, dan Intel mengumumkan batal turut serta dalam perhelatan Mobile World Congress tahun ini.

MWC 2020 sejatinya diselenggarakan pada 24-27 Februari mendatang di Barcelona. Lebih dari 100 ribu delegasi dari lebih dari 200 negara di industri telekomunikasi dunia turut serta dalam pameran akbar tersebut.dari estimasi waktu penjemputan yang tercantum di aplikasi. (din/mik)