Daftar Hoaks Baru Corona, Satu Soal Bunuh 20 Ribu Pasien

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Kamis, 13/02/2020 20:14 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berhasil menjaring puluhan berita palsu atau hoaks baru dan disinformasi terkait wabah virus Corona. Ilustrasi virus Corona. (Foto: STR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berhasil menjaring puluhan berita palsu atau hoaks baru dan disinformasi terkait wabah virus corona Covid-19 lewat mesin pengais konten negatif (AIS).

Menurut keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com hari ini Kamis (13/2) dari Plt. Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu bahwa hoaks yang tersebar di media sosial dinilai cukup meresahkan masyarakat.

Berikut hoaks soal virus corona yang beredar di medsos:


1. Imbauan Duta Besar KBRI Kuala Lumpur Soal Produk China

Beredar sebuah pesan berantai di layanan pesan instan WhatsApp beberapa waktu lalu terkait himbauan Duta Besar KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia untuk tidak memakan makanan produksi luar negeri khususnya dari China karena berpotensi mengandung virus corona pada kaleng-kaleng makanan.

Faktanya, kabar yang beredar merupakan gabungan dari duna nnarasi kabar hoaks tahun 2017 terkait makanan kaleng yang kemudian disebarkan kembali sambil mengaitkan dengan wabah virus corona.

KBRI Kuala Lumpur pun buru-buru mengklarifikasi bahwa informasi tersebut adalah hoaks.

2. Dettol Antiseptik Bisa Membunuh Virus Corona yang Muncul di Wuhan

Ada sebuah postingan di beberapa media sosial yang membagikan foto botol Dettol Antiseptik. Di bagian belakang botol, terdapat tulisan "Human Coronavirus dan RSV". Sejumlah netizen beranggapan bahwa Dettol bisa membunuh virus corona.

Faktanya, tidak ada bukti kalau produk antiseptik itu dapat membunuh vrius corona. Kemenkominfo pun mengutip pernyataan dari Profesor Health Protection & Medicine, Paul Hunter bahwa bahan aktif antiseptik ini adalah kloroksilenol yang digunakan sebagai disinfektan secara luas.

Kloroksilenol biasanya digunakan sebagai disinfektan pada kulit dan luka. Ia juga meyakini, produk ini tidak diuji untuk mengatasi virus Corona baru di Wuhan.

Pihak produsen Dettol RB pun telah mengklarifikasi kabar itu, perusahaan mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa Dettol Antiseptik mampu menangkal virus corona novel.

3. Penyemprotan Disinfeksi Asal-asalan

Saat ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari China tiba di Bandar Udara Hang Nadim Batam, beredar informasi di media sosial bahwa penyemprotan desinfeksi kepada WNI asal-asalan.

Setelah ditelusuri oleh tim AIS Kemenkominfo, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr Anung Sugihantono menyebutkan bahwa penyemprotan cairan saat WNI turun dari pesawat sudah sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

4. Ratusan Warga Tinggalkan Kepulauan Natuna Takut Tertular Virus Corona

Beredar video dan informasi bahwa ratusan warga meninggalkan Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau karena takut tertular virus corona novel (2019-nCoV).

Faktanya, Kepala Dinas Perhubungan Natuna, Iskandar DJ membenarkan memang ada peningkatan warga yang keluar dari Natuna. Mereka meninggalkan Natuna menggunakan KM Bukit Raya menuju Pulau Midai, Serasan, dan Pontianak tetapi tidak ada hubungannya dengan wabah virus itu.

Menurut dia, warga pergi karena ada kegiatan Musrenbang ‎di kecamatan setempat dan adanya pesta panen cengkeh.

5. Kumur dengan Air Garam dapat Mencegah Pneumonia Wuhan

Beredar di sosial media Facebook sebuah unggahan mengenai informasi pencegahan Pneumonia Wuhan dari seorang dokter paru-paru di Tiongkok yakni dengan cara berkumur dengan air garam sebelum bepergian ke tempat umum.

Menurut tim AIS Kemenkominfo mengutip dari berbagai media, Pulmonologist dari RS EMC, Desilia Atikawati mengatakan meski berkumur dengan air garam mempunyai efek sebagai antiseptik di saluran nafas atas tetapi tidak dapat menyembuhkan ataupun mencegah Pneumonia Wuhan.

Menurutnya, tidak ada rekomendasi kumur air garam dapat mencegah Pneumonia dari Organisasi Kesehatan Dunia maupun Kementerian Kesehatan. Ia merekomendasikan untuk memakai masker, mencuci tangan, punya etika batuk yang baik dan menghindari perjalanan ke China.

6. Produknya tak Laku, Warga Tiongkok Mengamuk di Malaysia

Terdapat informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan seorang warga Tiongkok mengamuk di Malaysia karena jeruk yang ia jual tidak laku.

Faktanya, amukan warga itu terjadi di suatu pasar kembang di Guangzhou, China. Mereka mengamuk lantaran menjadi korban terdampak wabah virus corona sehingga menyebabkan bisnis mereka anjlok.

7. Pasien Virus Corona di RS SOHC Sangatta, Kalimantan Timur

Beredar informasi tentang adanya pasien yang terjangkit virus corona yang sedang dirawat di RS SOHC Sangatta, Kalimantan Timur.

Faktanya, usai dilakukan penelusuran oleh Kemenkominfo, pihak Rumah Sakit Umum Medika Sangatta melalui akun media sosialnya memberikan klarifikasi bahwa informasi terkait adanya pasien yang terjangkit virus corona yang sedang di rawat di RS Medika Sangatta adalah tidak benar atau hoaks.

8. Virus Corona Sampai di Apartemen Taman Anggrek

Beredar informasi yang menyebutkan bahwa virus corona sudah menjangkit seorang warga China yang tinggal di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Kabar tersebut beredar melalui pesan berantai WhatsApp serta media sosial Facebook dan Twitter.

Setelah ditelusuri, kabar tentang virus corona yang sudah sampai di Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat ternyata tidak benar.

Hal tersebut dibantah oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia. Ia mengatakan bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Dwi pun menyesalkan kabar tersebut beredar di media sosial. Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing isu-isu yang tidak benar terkait virus corona.

9. Tempat Karantina WNI dari Wuhan Tak Layak

Beredar informasi di media sosial yang menyatakan bahwa adanya penolakan tempat yang akan dijadikan sebagai karantina bagi WNI yang dipulangkan dari Wuhan karena tak layak huni.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes RI, dr Wiendra Waworuntu mengatakan bahwa karantina WNI di Natuna sudah mendapat persetujuan dari petugas rumah sakit yang ada di Batam dan juga Kepala Dinas untuk melihat layak tidaknya.

Hasilnya, tempat itu layak untuk dijadikan sebagai tempat karantina bagi WNI yang dipulangkan dari Wuhan.

10. Klaim Virus Corona untuk Musnahkan Uighur Tetapi Malah Bocor di Wuhan

Beredar situs warta berita yang mengunggah berita yang berjudul, "Terbongkar ! Virus corona untuk memusnahkan Uighur, tapi malah bocor di Wuhan."

Faktanya, setelah dilakukan pencarian di google search tidak menghasilkan temuan sesuai dengan klaim yang dimaksud. Tidak ada satupun yang menyebut soal virus corona sebagai senjata China yang bocor, apalagi dikaitkan dengan komunitas muslim Uighur.

Selain itu tidak ada bukti kuat yang mendukung dugaan bahwa Virus Corona 2019-nCoV adalah senjata biologis China yang bocor, dicuri dari Kanada dan kemudian dijadikan senjata biologis, atau dugaan bahwa Virus Corona adalah senjata biologis Amerika Serikat. Terlebih, dikaitkan dengan klaim bahwa senjata itu ditujukan untuk etnis Uighur.

Daftar Hoaks Baru Virus Corona

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4