Fakta Radioaktif Cesium-137 yang Kontaminasi 2 Warga Tangsel

CNN Indonesia | Jumat, 21/02/2020 18:49 WIB
Dua orang disebut telah terpapar zat radioaktif jenis radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di kompleks Perumahan BATAN Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Ilustrasi radioaktif cesium-137. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu zat radioaktif yang diduga muncul di kompleks Perumahan BATAN Indah, Serpong, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu diduga jenis radioaktif Cesium-137 (Cs-137).

Menurut Peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Mukhlis Ahadi menyebut zat radioaktif yang ditemukan di Perumahan BATAN Indah tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

"Cuma yang ditemukan BATAN itu sedikit lebih tinggi dari alam. Ada sedikit lebih tinggi, kodenya itu ada sedikit lebih tinggi gitu, nggak sampe 10 persen, 1-2 persen lebih tinggi daripada alam," kata Mukhlis pada 15 Februari lalu.


Menurut Centers for Disease Control & Prevention United State menyebutkan ada 9 jenis zat radioaktif, di antaranya:


1. Americium-241 (Am-241)
2. Cesium-137 (Cs-137)
3. Cobalt-60 (Co-60)
4. Iodine-131 (I-131)
5. Iridium-192 (Ir-192)
6. Plutonium
7. Polonium 210
8. Strontium-20 (Sr-90)
9. Uranium-235 (U-235) & Uranium-238 (U-238)

Lalu, bagaimana dengan Cesium-137 (Cs-137)?

Cesium-137 Berbentuk Seperti Bubuk Kristal

Cs-137 memiliki sifat kimia yang terikat dengan klorida sehingga membentuk bubuk kristal. Selain itu, zat radioaktif ini memiliki dua isotop yaitu beta dan gamma.


Kedua isotop itu merupakan sumber utama kontaminasi jangka panjang berdasarkan hasil uji atmosferik bom atom.

Mengutip karya ilmiah Enviromental Protection Agency (EPA) US, cesium terbentuk dari proses fisi (pemisahan) antara uranium dan plutonium.

Cesium-137 Biasanya Digunakan untuk Keperluan Industri

Cs-137 biasanya digunakan untuk keperluan industri. Misalnya, rumah sakit menggunakan zat ini sebagi sumber kalibrasi dan mensterilkan peralatan medis.

Untuk sektor industri, cesium digunakan untuk mengukur ketebalan bahan seperti kertas, film fotografi, dan lembaran logam.

Selain itu, cesium bersama dengan bahan peluruhannya yaitu 137m juga dapat digunakan untuk kegiatan sterilisasi produk makanan seperti gandum, rempah-rempah, tepung, dan ketan.

[Gambas:Video CNN]

Cs-137 Terpapar Tubuh Manusia, Kulit Terbakar hingga Menyebabkan Kanker

Menurut Centers for Disease Control & Prevention (CDCP), jika manusia terpapar Cesium-137 dalam jumlah besar maka akan menyebabkan kulit terbakar, penyakit radiasi akut bahkan kematian.

Selain itu, zat ini dapat meningkatkan risiko kanker karena paparan radiasi gama yang berenergi tinggi.

Foton gamma yang dipancarkan dari produk peluruhan barium (Ba-137m) adalah bentuk radiasi pengion yang dapat melewati tubuh manusia, memberikan dosis ke jaringan dan organ dalam.

Penyebaran Cesium-137 Fokus pada Jaringan Otot Manusia

Setelah Cs-137 terserap oleh tubuh, ia bakal menyebar di seluruh jaringan lunak manusia khususnya di jaringan otot.

Cs-137 terdiri dari 160 komponen, tiap komponen akan menghilang dalam waktu 100 hari.

Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Hendriyanto Hadi Tjahyono menyatakan dua dari sembilan warga Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan terkontaminasi zat radioaktif jenis cesium-137.


Hasil itu dipastikan setelah Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di bawah Bapeten  melakukan pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) kepada 9 warga di Blok H, I, dan J di Perumahan Batan Indah. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui warga yang terpapar radiasi akibat temuan zat radioaktif dekat rumah mereka.

"Jadi dari 9 itu 7 orang enggak terukur, sedangkan ada 2 orang yang terukur," kata Hadi di Gedung Balai Kota Tangerang Selatan, Jumat (21/2).

Kendati demikian, Hadi menuturkan kontaminasi cesium-137 terhadap dua warga tersebut nilainya sangat kecil dengan nilai rincian masing-masing 0,12 dan 0,5 milisievert.

(din/DAL)