1.122 Menara BTS Sempat Mati Akibat Banjir Jabodetabek

CNN Indonesia | Rabu, 26/02/2020 20:22 WIB
1.122 Menara BTS Sempat Mati Akibat Banjir Jabodetabek Ilustrasi menara BTS. (www.mitratel.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi & Informatika (Kemenkominfo) mengatakan sempat ada 1.122 site menara telekomunikasi atau Base Transceiver Station (BTS) yang mati akibat banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek. Angka tersebut menandakan 4,9 persen site yang mati dari total 21.745 site BTS yang tersebar di Jabodetabek.

Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kemenkominfo, Ahmad M. Ramli mengatakan pada Rabu (26/2) pagi, angka tersebut menurun ke angka 502 site atau 2,2 persen dari total site BTS.

"Bencana banjir di Jabodetabek yang terjadi hari Selasa, tanggal 25 Februari 2020 menyebabkan beberapa site seluler mengalami gangguan dikarenakan pemutusan aliran listrik oleh PLN berdasarkan faktor keamanan dan keselamatan," ujar Ramli kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/2).


Meskipun beberapa site mati, jaringan telekomunikasi masih menyediakan layanan seluler karena mengerahkan mobile backup power atau genset portabel. Selain itu, jangkauan site yang mati juga bisa digantikan oleh jangkauan site yang masih hidup.


"Sampai tanggal 26 Februari 2020 pagi, secara keseluruhan masyarakat, pelanggan masih bisa menggunakan layanan seluler untuk berkomunikasi meskipun beberapa site seluler mati," kata Ramli.

Lebih lanjut, Ramli mengatakan Kemenkominfo terus mengawasi jaringan telekomunikasi agar terus menyediakan layanan seluler kepada masyarakat.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengatakan saat ini 95,1 persen atau 22.365 BTS di Jabodetabek masih hidup meski ada bencana banjir. Ramli juga meminta agar operator memulihkan site BTS yang masih mati.

"Meminta operator seluler untuk mengerahkan segala upaya untuk melakukan pemulihan terhadap site seluler yang masih down dengan menggunakan genset sehingga dapat berfungsi kembali secara normal meskipun PLN masih memutuskan jaringan listrik dikarenakan kondisi masih belum aman," ujar Ramli.

(jnp/DAL)