Peneliti: 50 Persen Pantai Dunia Akan Lenyap pada 2100

CNN Indonesia | Jumat, 06/03/2020 16:01 WIB
Peneliti: 50 Persen Pantai Dunia Akan Lenyap pada 2100 Ilustrasi. (Will Langenberg)
Jakarta, CNN Indonesia -- Studi terbaru memprediksi setengah pantai di dunia bisa lenyap pada akhir abad ke 21 akibat pemanasan global. Bahkan pada 2050, 14 hingga 15 persen garis pantai bakal berubah, berbeda dari apa yang kita lihat hari ini akibat erosi.

Dilansir dari CNN, perubahan iklim diprediksi mengikis garis pantai di seluruh dunia. Penelitian juga menunjukkan pemukiman padat penduduk di Pantai Timur Amerika Serikat, Asia Selatan dan Eropa akan mengalami kemunduran garis pantai hingga 100 meter pada 2100. Padahal peneliti mengatakan sebagian besar pantai di dunia berjarak kurang dari 100 meter dari daratan. 

"Kami menganggap ambang 100 meter karena jika erosi melebihi 100 meter, maka ini berarti bahwa kemungkinan besar, pantai akan menghilang karena sebagian besar pantai di dunia bahkan lebih sempit dari 100 meter," kata Ahli Kelautan dari Komisi Eropa yang memimpin studi, Michalis Vousdoukas.

Studi ini diterbitkan Senin di Jurnal ilmiah Nature Climate Change dan dilakukan oleh para ilmuwan dari Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa, serta universitas di Spanyol, Portugal dan Belanda.


Dengan menggunakan proyeksi kenaikan permukaan laut yang diperbarui, para peneliti menganalisis bagaimana nasib pantai di masa depan dengan laut yang lebih tinggi dan badai yang lebih merusak.

Mereka juga mempertimbangkan proses alami seperti erosi dan geologi dasar pantai, serta faktor manusia. Faktor terakhir seperti pembangunan bangunan pantai, bendungan dan upaya pemeliharaan pantai.

Studi menemukan bahwa kenaikan permukaan laut diperkirakan merupakan lebih besar daripada faktor lainnya.

Studi memprediksi akan semakin banyak pantai mengalami erosi seiringan dengan peningkatan permukaan laut terus meningkat. Studi ini menemukan bahwa Australia menjadi negara terparah yang akan mengalami erosi pantai.

Pada 2100, setidaknya 7.100 mil atau sekitar 11.426,3 kilometer garis pantai akan mengalami erosi. Angka tersebut merepresentasi sekitar 50 persen dari seluruh garis pantai negara itu.

Negara Chili, Cina, Amerika Serikat, Rusia, Meksiko, dan Argentina juga merupakan negara yang mengalami erosi garis pantai terparah di dunia.

Kurangi Dampak Erosi Pantai

Para peneliti mengatakan semakin tingginya emisi gas rumah kaca di atmosfer, semakin parah pula dampak erosi garis pantai.

Peneliti memprediksi, apabila pemerintah bisa menerapkan kebijakan polusi gas, peneliti menemukan pantai yang disebut menghilang bisa berkurang 17 persen pada 2050. Sebanyak 40 persen pantai yang diprediksi menghilang bisa selamat pada 2100.

[Gambas:Video CNN]

"Dengan mencoba mencapai tujuan perjanjian Paris, kita dapat mengurangi 40 persen dari dampak yang kita proyeksikan dalam studi kita," kata Vousdoukas.

Saat ini, banyak pantai yang menghadapi masalah erosi terburuk terletak di daerah perkotaan, di mana gedung-gedung bertingkat tinggi dan jalanan berada dekat dengan garis pantai.

Biasanya, pantai adalah lingkungan yang dinamis. Garis pantai seharusnya bergeser dan berubah secara alami seiring dengan pasang surut dan menanggapi perubahan permukaan laut.

Para ilmuwan mengatakan ketika pemukiman manusia berkembang di dekat pantai, hal tersebut mengganggu kemampuan pantai untuk bergerak dan menghentikan proses alami pasir.

"Pantai kita, lahan basah dan muara kita, mereka bergerak bolak-balik sebagai respons terhadap perubahan permukaan laut dan mereka telah sejak waktu dimulai," Direktur Program for the Study of Developed Shorelines at Western Carolina University, Robert Young.

Pantai memiliki peran penting bagi manusia. Pantai-pantai di dunia berfungsi sebagai penyangga penting untuk melindungi pemukiman pesisir pantai dari gelombang pantai.

Pantai juga merupakan mesin ekonomi penting, penunjang rekreasi, pariwisata, dan kegiatan lainnya. Di beberapa negara maritim, pantai memiliki fungsi dari sekadar tujuan liburan. (jnp/eks)