Gojek-Grab Bereaksi Soal Rusuh Ojol vs DC di Yogyakarta

CNN Indonesia | Jumat, 06/03/2020 12:24 WIB
Gojek dan Grab melontarkan reaksi terkait dengan rusuh di Yogyakarta antara pengemudi ojek online (ojol) dan penagih hutang (DC). Ilustrasi. Grab dan Gojek buka suara soal bentrok ojol dengan penagih hutang (DC) di Yogyakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gojek dan Grab buka suara pasca bentrok antara ojek online dengan penagih hutan (DC/ debt collector) di Babarsari, Sleman, Yogyakarta pada Kamis (5/3).

Juru bicara Grab menyayangkan insiden tersebut dan mendesak agar pihak berwenang tak memberikan toleransi dalam penegakan hukum atas tindakan kekerasan dan vandalisme.

"Mendesak pihak yang berwenang untuk tidak memberikan toleransi atas tindakan kekerasan dan vandalisme serta pihak-pihak yang mendukung tindakan yang melanggar peraturan dan mengganggu ketertiban umum," kata Juru Bicara Grab kepada CNNIndonesia.com, Kamis (5/3) malam.


Grab juga mendukung upaya kepolisian untuk mencari solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Grab menjelaskan saat ini kedua pihak yang berkonflik.

Di sisi lain, Grab juga menegaskan sikap maupun opini sejumlah mitra yang terlibat dalam bentrok di Yogyakarta bersifat pribadi dan tidak merepresentasikan perusahan.

Grab ingin menekankan kembali kepada masyarakat bahwa sikap dan opini yang diungkapkan oleh sejumlah mitra pengemudi yang terlibat dalam insiden di Yogyakarta bersifat pribadi dan tidak berhubungan dengan Grab maupun mencerminkan opini Grab sebagai perusahaan," kata Grab.

Dihubungi terpisah, Head Regional Corporate Affairs Gojek Region Jateng DIY, Arum K. Prasodjo mengajak agar mitra menjaga agar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta tetap kondusif dan tidak mudah terpancing aksi provokatif.

Arum mengatakan situasi tadi malam sudah kondusif dan pihak yang bertikai sudah saling berdamai difasilitasi oleh pihak kepolisian.

"Kami mengajak para mitra driver untuk menjaga keistimewaan dan kedamaian di Yogyakarta, tidak mudah terpancing atas hal-hal yang menimbulkan kesalahpahaman," kata Arum, Jumat (6/3).

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, ratusan pengemudi ojek online diduga terlibat bentrok dengan kelompok debt collector di kawasan Ringroad Utara, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Kamis (5/3). Bentrok itu terjadi sejak siang hingga sore hari.

Empat orang driver ojek online dikabarkan tertembak dalam peristiwa bentrokan terjadi antara ratusan driver dan sekelompok penagih utang (debt collector) di Yogyakarta, pada Kamis (5/3). Bentrokan tersebut terjadi di Ringroad Utara Maguwoharjo, Jalan Wahid Hasyim Condong Catur, dan Jalan Tambakbayan Babarsari. (jnp/eks)