Juru bicara Grab menyayangkan insiden tersebut dan mendesak agar pihak berwenang tak memberikan toleransi dalam penegakan hukum atas tindakan kekerasan dan vandalisme.
"Mendesak pihak yang berwenang untuk tidak memberikan toleransi atas tindakan kekerasan dan vandalisme serta pihak-pihak yang mendukung tindakan yang melanggar peraturan dan mengganggu ketertiban umum," kata Juru Bicara Grab kepada CNNIndonesia.com, Kamis (5/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Grab juga menegaskan sikap maupun opini sejumlah mitra yang terlibat dalam bentrok di Yogyakarta bersifat pribadi dan tidak merepresentasikan perusahan.
Arum mengatakan situasi tadi malam sudah kondusif dan pihak yang bertikai sudah saling berdamai difasilitasi oleh pihak kepolisian.
"Kami mengajak para mitra driver untuk menjaga keistimewaan dan kedamaian di Yogyakarta, tidak mudah terpancing atas hal-hal yang menimbulkan kesalahpahaman," kata Arum, Jumat (6/3).
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, ratusan pengemudi ojek online diduga terlibat bentrok dengan kelompok debt collector di kawasan Ringroad Utara, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Kamis (5/3). Bentrok itu terjadi sejak siang hingga sore hari.
Empat orang driver ojek online dikabarkan tertembak dalam peristiwa bentrokan terjadi antara ratusan driver dan sekelompok penagih utang (debt collector) di Yogyakarta, pada Kamis (5/3). Bentrokan tersebut terjadi di Ringroad Utara Maguwoharjo, Jalan Wahid Hasyim Condong Catur, dan Jalan Tambakbayan Babarsari. (jnp/eks)