Salah satu merek vodka yang digunakan oleh warga AS adalah Tito's. Vodka yang di produksi di Austin, Texas itu dianggap oleh sebagian warga AS mampu membunuh virus yang menempel di tangan.
Namun, apa yang dilakukan oleh sebagian warga AS itu ternyata keliru. Tito's Handmade Vodka dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa kandungan alkohol pada produknya tidak sesuai standar yang ditentukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir CNN, Jumat (6/3), Tito's menyampaikan bahwa mencuci tangan merupakan cara terbaik untuk melawan virus nCoV-19 sebagaimana yang dianjurkan CDC. Hand sanitizer baru digunakan jika sabun dan air tidak tersedia untuk membersihkan tangan.
Melansir Gizmondo, resep hand sanitizer bermula dari Twitter. Seorang pengguna menyampaikan bahwa hand sanitizer bisa dibuat dengan menggunakan alkohol yang terkandung pada Tito's Vodka.
Upaya membuat hand sanitizer sendiri sebagai respon atas menipisnya hand sanitizer Purell yang dijual di pasaran pasca merebaknya virus nCoV-19 menjangkit dan menewarkan sejumlah orang di AS. Di Amazon, harga satu kotak berisi 12 Purell bisa mencapai US$575 atau Rp8,2 juta (kurs Rp14.263).
[Gambas:Video CNN]
Tito's melalui perwakilannya menyampaikan bahwa produknya untuk diminum. Tito's memilih meluruskan polemik di media sosial itu meski tidak mengelak ada keuntungan ekonomi jika hal itu dibiarkan.
"Segera setelah kami melihat artikel dan pos sosial yang salah, kami ingin meluruskan. Walaupun akan baik bagi bisnis kami karena penggemar menggunakan Tito's dalam jumlah besar untuk pembersih tangan," kata perusahaan itu dalam email. (jps/mik)