Kominfo: Ada 5 Kasus Hoaks Virus Corona yang Dipolisikan

CNN Indonesia | Senin, 09/03/2020 19:41 WIB
Dari lima kasus hoaks virus corona di antaranya tengah ditangani Polda Kalimantan Timur dan dua kasus di Polda Kalimantan Barat. Ilustrasi virus corona. (AP/Ebrahim Noroozi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut ada lima kasus penyebaran informasi palsu alias hoaks soal virus corona novel (COVID-19) yang saat ini sedang diproses oleh pihak kepolisian.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, lima kasus tersebut antara lain ada dua kasus yang tengah ditangani Polda Kalimantan Timur dan dua kasus di Polda Kalimantan Barat.

Lalu satu kasus sedang ditangani Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Namun, Semuel belum mendalami lebih lanjut kasus tersebut.


"Tadi kepolisiannya ada di Kaltim, Kalbar sama yang di bandara itu. Saya belum tahu kalau untuk lebih dalamnya lagi," kata dia kepada awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Senin (9/3).


Lebih lanjut kata Semuel, penyebaran hoaks soal corona yang dilimpahkan ke jalur hukum itu terindikasi dapat menimbulkan kepanikan dan sengaja dibuat untuk membuat gaduh masyarakat.

"Kalau dia niat mendesain konten, artinya tujuan konten itu untuk menyebarkan kepanikan dan itu sedang ditangani oleh kepolisian," pungkasnya.

Berdasarkan data Kemenkominfo periode 20 Februari sampai 3 Maret 2020, setidaknya ada 20 hoaks baru yang berhasil dihimpun. Salah satunya, tisu basah dapat mengganti fungsi masker untuk mencegah virus corona.

[Gambas:Video CNN]

Sempat beredar sebuah video berawal dari Facebook, yang menampilkan seorang perempuan memperagakan penggunaan tisu basah sebagai pengganti masker. Perempuan berbaju hijau dalam video mengklaim tisu basah dapat mencegah penularan virus corona.

Faktanya, berdasarkan penelusuran tim AIS Kemenkominfo, informasi tersebut dibantah Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan Busroni.

Ia mengatakan bahwa penggunaan tisu basah untuk mencegah penyebaran virus corona adalah keliru. Busroni menegaskan penggunaan tisu basah justru akan mempermudah partikel-partikel di udara menempel pada bagian kulit yang tidak sengaja terhirup.

Tisu basah sendiri memiliki kandungan alkohol yang hanya berfungsi untuk membersihkan area kulit yang rentan terkontaminasi.

(din/DAL)