Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi, Diduga Sebar Hoaks Corona

CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2020 16:10 WIB
Seorang ibu rumah tangga di Surabaya ditangkap polisi karena diduga menyebarkan hoaks tentang pasien Corona. Ibu rumah tangga berinisial NF diduga menyebarkan hoaks tentang pasien virus Corona di Surabaya. (CNN Indonesia/ Frd).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur (Jatim) meringkus seorang ibu rumah tangga asal Wonokusumo, Surabaya, berinisial NF (26), yang diduga menyebarkan kabar bohong atau hoaks terkait virus corona

Perempuan berusia 27 tahun tersebut ditangkap di kediamannya, Jalan Wonokusumo, Surabaya, Minggu (9/3). Penangkapan dilakukan usai Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, melakukan patroli siber.

"Kami mengamankan tersangka hoaks inisial NF, warga Kota Surabaya, Wonokusumo, menyebarkan isu Covid-19 meresahkan masyarakat," ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda, Senin (9/3).
Truno menyebut, NF diamankan lantaran telah menyebarkan kabar hoaks melalui akun media sosial Facebook-nya.


Dalam akun tersebut ia menuliskan bahwa pasien virus corona tengah dirawat di RSUD dr Soetomo, Surabaya. 

"Pasien virus corona suda ada di RSUD SOETOMO sby. Smoga kita smua sllu dim lindungan Allah. Dan sllu jaga kesehatan dolor2..," tulis akun tersebut. 

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan penelusuran dan konfirmasi pihak rumah sakit yang didapatkan kepolisian, pasien tersebut adalah penderita sakit paru-paru biasa. Walhasil, informasi yang disebar NF sempat membuat warga Surabaya resah.

"Tersangka ini menyebarkan berita yang pada saat penanganan sakitnya korban paru-paru," katanya.

Kendati demikian, polisi belum menahan tersangka. Truno mengatakan saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terlebih dahulu dalam kasusnya. Sebab tersangka mengaku mendapat informasi tersebut dari orang lain.

"Masih penyelidikan Ditreskrimsus. Sejauh ini masih proses pemeriksaan," katanya.
Sementara itu, tersangka NF mengaku mendapat informasi pasien suspect virus corona di RSUD dr. Soetomo dari grup WhatsApp yang beranggotakan wali murid sebuah sekolah. Sayangnya ia tidak membeberkan penyebar informasi tersebut pertama kali. 

"Dari grup sekolah, wali murid sekolah, kurang tahu [penyebar pertama] kan wali murid banyak," kata NF. 

Tersangka pun mengaku menyesali perbuatannya tersebut. Ia meminta maaf secara terbuka karena telah meresahkan masyarakat luas terkait hoaks yang disebarkannya.
(frd/ugo)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER