Masih Efektif, BNPB Pakai Cara SMS Blast Tangkal Corona

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 13:50 WIB
SMS blasting yang BNPB lakukan bertujuan agar masyarakat luas menerima informasi soal pencegahan virus corona. Ilustrasi sms blasting BNPB. (Foto: AFP PHOTO / ROSLAN RAHMAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mensosialisasikan corona melalui pesan singkat (short message service) atau SMS blasting kepada masyarakat. Cara ini sesuai arahan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona.

Pengamat Budaya dan Komunikasi Digital dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan mengatakan SMS blasting yang dilakukan BNPB merupakan sinyal kebangkitan penanganan penyebaran virus yang lebih sistematis seperti menangani sebuah bencana.

"Tentu saja harapannya informasi yang lebih mendalam dan berfrekuensi lebih kerap yang disiarkan. Sehingga dapat memandu masyarakat untuk melakukan tindakan yang sesuai, untuk mencegah penyebaran virus," kata Firman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/2).


"Pelanggan Yth, Agar terhindar dari penyebaran Covid19 : hindari kerumunan serta jarak orang dengan orang dimanapun berada harus lebih dari 1 meter," berikut informasi yang disebar BNPB.

Sebelumnya Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menyatakan protokol penanganan virus corona salah satunya melalui SMS blasting kepada masyarakat.

Penggunaan SMS menjadi opsi karena seluruh masyarakat bisa mengakses SMS. Penggunaan WA dan aplikasi perpesanan lainnya belum
belum tentu dapat menjangkau masyarakat luas.

Demikian juga penggunaan media sosial seperti Instagram, YouTube, hingga Twitter yang didominasi golongan muda. Golongan tua akan ketinggalan informasi apabila pemerintah tak menggunakan seluruh saluran komunikasi yang ada.

"Intinya, hari sekarang tidak perlu dipusingkan soal medium [saluran informasi]. Justru yang harus diperkaya untuk menjangkau keragaman masyarakat Indonesia, adalah konten," ujar Firman.

Di sisi lain, Firman menyarankan agar konten informasi harus mampu memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Konten argumentatif juga perlu dimasukkan agar masyarakat memiliki kesamaan pola pikir.

Firman menjelaskan konten argumentatif perlu ditekankan untuk menghasilkan kepatuhan masyarakat. Tak hanya sekadar informasi yang berkaitan dengan imbauan atau perintah kepada masyarakat saja.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga mengatakan konten yang dibuat oleh pemerintah harus bisa dicerna oleh seluruh lapisan masyarakat dengan aneka tingkatan pendidikan.

"Masyarakat hari ini sudah punya bekal informasi sendiri yang memadai, sehingga jika pendekatannya komando, tidak akan menghasilkan tindakan yang diharapkan," kata Firman.

Beberapa masyarakat telah menerima SMS blasting yang berisi pembaruan pasien kasus corona yang positif corona, dalam perawatan, sembuh, hingga yang meninggal dunia. (jnp/mik)