BPPT Pantau Pegawai Kerja dari Rumah Lewat Fabiola

BPPT, CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 09:29 WIB
BPPT Pantau Pegawai Kerja dari Rumah Lewat Fabiola (CNN Indonesia/Dini Nur Asih)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggunakan aplikasi Fabiola untuk memantau kinerja pegawai yang melakukan Work From Home (WFH) sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus corona. Aplikasi yang merupakan singkatan dari Face Biometric Location Anthentication itu berfungsi sebagai presensi digital berbasis data, berdasarkan deteksi wajah dan lokasi.

Di hari kedua pelaksanaan WFH, sekitar 2.000 pegawai BPPT melakukan absensi digital melalui ponsel pribadi. Aplikasi Fabiola yang dapat mencatat kedatangan dan kepulangan pegawai dari berbagai lokasi diyakini memiliki tingkat akurasi 100 persen pada biometric seseorang.

Kepala BPPT Hammam Riza menyebut pegawai tak hanya diwajibkan melakukan presensi digital, namun juga melaporkan kinerja lengkap dengan bukti foto pekerjaan. Penerapan ini sekaligus membangun manajemen pengetahuan kegiatan pengkajian dan penerapan teknologi.


"Jadi dengan absensi seperti itu, saat jam masuk kerja, ASN pertama melakukan check in, dan aplikasi memindai langsung lokasi karyawan, sembari memvalidasi kehadiran, via foto selfie yang bersangkutan. Selanjutnya pada saat absen pulang atau check out, ASN diminta juga melampirkan foto pekerjaan yang sudah diselesaikannya," kata Hammam, Selasa (17/3).

Ia menambahkan, sebagai lembaga kaji terap (jirap) teknologi, aktivitas diharuskan tetap berjalan. Pihaknya pun telah melakukan antisipasi dengan membagi tugas. Terlebih, kantor BPPT tak hanya di Jakarta dan Tangerang (Puspiptek), tapi juga memiliki laboratorium dan sejumlah fasilitas lain di Yogyakarta, Surabaya. Bali, dan Lampung.

"Imbauan ini dilakukan selama dua minggu ke depan sesuai imbauan social distance yang membatasi ruang gerak, interaksi, dan kerumunan," kata Hammam.

BPPT menilai pemantauan kinerja metode WFH sangat penting, karena efisiensi dan efektivitas pegawai diharapkan tak berubah seperti saat bekerja di kantor. Covid-19 saat ini telah ditetapkan sebagai bencana nasional non alam, sehingga seluruh stakeholder baik di pusat maupun daerah, institusi dan masyarakat diharapkan berpartisipasi agar wabah dapat segera diatasi. (rea)