Di hari kedua pelaksanaan WFH, sekitar 2.000 pegawai BPPT melakukan absensi digital melalui ponsel pribadi. Aplikasi Fabiola yang dapat mencatat kedatangan dan kepulangan pegawai dari berbagai lokasi diyakini memiliki tingkat akurasi 100 persen pada biometric seseorang.
Kepala BPPT Hammam Riza menyebut pegawai tak hanya diwajibkan melakukan presensi digital, namun juga melaporkan kinerja lengkap dengan bukti foto pekerjaan. Penerapan ini sekaligus membangun manajemen pengetahuan kegiatan pengkajian dan penerapan teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, sebagai lembaga kaji terap (jirap) teknologi, aktivitas diharuskan tetap berjalan. Pihaknya pun telah melakukan antisipasi dengan membagi tugas. Terlebih, kantor BPPT tak hanya di Jakarta dan Tangerang (Puspiptek), tapi juga memiliki laboratorium dan sejumlah fasilitas lain di Yogyakarta, Surabaya. Bali, dan Lampung.
BPPT menilai pemantauan kinerja metode WFH sangat penting, karena efisiensi dan efektivitas pegawai diharapkan tak berubah seperti saat bekerja di kantor. Covid-19 saat ini telah ditetapkan sebagai bencana nasional non alam, sehingga seluruh stakeholder baik di pusat maupun daerah, institusi dan masyarakat diharapkan berpartisipasi agar wabah dapat segera diatasi. (rea)