LIPI Ungkap Teori Virus Corona Covid-19 Bukan Senjata Biologi

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 16:46 WIB
LIPI Ungkap Teori Virus Corona Covid-19 Bukan Senjata Biologi Ilustrasi senjata biologi. (Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membantah corona merupakan virus buatan manusia yang digunakan sebagai senjata biologi.

Peneliti bidang mikrobiologi LIPI Sugiyono Saputra mengatakan virus SARS-CoV-2 tidak memiliki kesamaan gen dengan virus corona lain seperti flu, MERS hingga SARS 2002.

"SARS-CoV-2 bukan merupakan hasil manipulasi laboratorium karena ada perbedaan pada material genetik yang esensial untuk proses infeksi, yang tidak pernah ditemukan pada virus corona," kata Sugiyono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (19/3).


Sugiyono mengatakan terdapat perbedaan gen untuk proses penempelan (polybasic furin cleavage site) ke sel inang pada SARS-Cov-2 dengan virus corona yang lain.

Sugiyono menjelaskan virus buatan biasanya menduplikasi gen dari virus-virus corona menular lainnya. Oleh karena itu, Sugiyono mengatakan wabah virus SARS-CoV-2 terjadi secara alami atau sesuai dengan seleksi alam (natural selection).

"Intinya itu SARS-CoV-2 disebut sebagai natural selection. Karena kalau dibuat atau manipulasi lab atau rekayasa biasanya dipakai mengambil dari virus yang sudah diketahui karakternya. Biasanya kalau rekayasa ambil dari virus yang sudah jelas. Misalnya virus flu yang menular, bisa diambil gen nya dari situ untuk dibuat rekayasa virus," kata Sugiyono.

"Manipulasi material genetik biasanya menggunakan contoh atau template yang berasal dari virus yang sebelumnya sudah diketahui karakternya," sambungnya.

Menurut Sugiyono hal yang menjadi perdebatan peneliti adalah mutasi virus SARS-CoV-2. Teori pertama mengatakan virus SARS-CoV-2 bermutasi di tubuh hewan sebagai inang virus sehingga siap menginfeksi manusia.

Teori kedua adalah virus berhasil bermutasi di tubuh manusia sehingga menyebabkan penularan antar manusia.

"Kedua bisa jadi ketika ada transmisi dari hewan ke manusia itu belum terlalu menular. Jadi menular ketika ada transmisi dari manusia ke manusia. Jadi virus bisa menular jauh lebih efisien dari sebelumnya," ujar Sugiyono.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, pengamat militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie menegaskan semua pihak harus khawatir dengan virus corona yang menyebabkan SARS-CoV-2. Menurutnya, SARS-CoV-2 diduga senjata biologi.

"Kalau saya melihatnya, corona ini harus kita anggap sebagai senjata pemusnah masal. Apapun yang berbau biologi di mata saya sekarang, itu lebih mengerikan daripada yang berbau nuklir," ujar Connie di Jakarta, Selasa (10/3).

Connie membeberkan laporan Chemical, Biological, Radiological & Nuclear (CBRN) Defence Market pada 2017 menjadi salah satu dasar dirinya melihat SARS-CoV-2 sebagai senjata biologi.

Dalam laporan, dia berkata saat ini sudah ada alat untuk menghadapi senjata kimia, biologi, radiologi, dan nuklir. Bahkan, dia menyebut permintaan alat tersebut diprediksi meningkat pada 2023.



(jnp/DAL)