Rupiah Sentuh Rp16 Ribu per Dolar, Netizen Takut Krismon 1998

CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2020 20:03 WIB
Penurunan nilai tukar rupiah terhadap uang dolar AS ini menjadikan #RupiahAmbyar trending topic di Twitter. Ilustrasi rupiah. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ed/ama/14)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah saat ini berada di Rp15.912 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (19/3) sore di tengah penyebaran virus corona yang makin mengkhawatirkan.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi penurunan nilai tukar rupiah akan melemah di kisaran Rp15.800 hingga Rp16.150 per dolar AS pada perdagangan Jumat (20/3) esok.

Penurunan nilai tukar rupiah ini menjadi trending topic #RupiahAmbyar di Twitter. Tagar telah masuk ke jajaran trending topic sejak Kamis (19/3) siang. Saat ini tagar telah dicuitkan sebanyak 18 ribu kali.


Seorang warganet bahkan mengingatkan apakah saat ini Indonesia berada di era krisis moneter (krismon) pada 1998 lalu. Warganet juga membagikan tangkapan layar yang mengatakan rupiah bisa tembus Rp10 ribu per dolar AS saat Jokowi jadi presiden.







Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli juga ikut berkomentar penurunan nilai Rupiah. Ia membeberkan mengapa Rupiah bisa 'jebol'.



Banyak warganet membagikan tangkapan rendahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Beberapa warganet mengaitkan momen menurunnya nilai tukar rupiah dengan krismon 1998.









[Gambas:Video CNN]

Warganet justru berguyon apabila tagar #rupiahambyar menjadi trending topic di dunia, maka masyarakat Indonesia harus menjelaskan arti kata 'ambyar'







Mata uang Garuda melemah 4,53 persen dibandingkan perdagangan Rabu (18/3).

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp15.712 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi Rabu (18/3) kemarin, yakni Rp15.223 per dolar AS.

Rupiah tak sendirian, mayoritas mata uang di kawasan Asia juga terpantau melemah terhadap dolar AS. Tercatat won Korea melemah 3,22 persen, rupee India 1,04 persen, dan ringgit Malaysia 0,78 persen.

(jnp/DAL)