Netizen Ribut Saat Satgas Corona ala Jokowi Pakai Influencer

CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2020 21:06 WIB
Beberapa netizen menilai pemerintah lebih baik fokus pada petugas medis yang lebih kompeten untuk kasus corona covid-19 dibanding influencer. Ilustrasi virus corona. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona hari ini (20/3) diberitakan bakal mengumpulkan 20 influencer untuk membahas soal penanganan virus corona Covid-19.

Sontak, rencana satuan tugas bentukan Presiden Joko Widodo itu menimbulkan pro dan kontra khususnya di media sosial. Alhasil, kata 'Influencer' merangsek masuk ke topik terpopuler di Twitter.

Sejumlah warganet mempertanyakan rencana satgas yang dipimpin Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo itu. Mereka menilai pemerintah akan sia-sia dengan orang-orang yang punya pengaruh di media sosial itu dan abai dengan para petugas medis yang lebih kompeten menangani Covid-19.


"Kasian para tenaga medis yang sekolah bertahun-tahun, ilmunya serasa gak berguna karena yang dipanggil untuk penanganan corona ini malah para influencer yang enggak punya basic tentang kedokteran atau perawat atau apoteker," cuit akun @cinnamongirldr.




Senada dengan @cinnamongirldr, akun @septinafaia dia mempertanyakan kemampuan pemerintah dalam mensosialisasikan Covid-19.

"Kenapa harus ngundang influencer sih? Apakah pemerintah tidak mampu sosialisasi soal Covid-19?"



Di sisi lain, warganet lain setuju dengan langkah satgas untuk mengundang para puluhan influencer. Namun, dengan catatan influencer mesti diberi pengetahuan yang baik terkait Covid-19 dan tidak dibayar.

"Aku setuju menggunakan influencer karena masih banyak orang yang dengerin idolanya daripada dengerin dokter, dengan catatan para influencer ini diberi pengetahuan cukup jadi enggak asal ngomong," cuit dia.

"Aku setuju juga kalau semua influencer ini tidak dibayar, ini jadi social contribution mereka," sambungnya.



Salah seorang warganet menilai langkah satgas memanggil influencer pun dirasa perlu untuk bersama-sama menangani pandemi Covid-19.

"Bukan membayar influencer, bapak ibu, tapi pengembangan metode penyampaian informasi agar lebih cepat dan tepat baik kepada masyarakat maupun untuk para tenaga medis yang sangat butuh beberapa informasi agar dapat mengambil tindakan yang sangat butuh beberapa informasi agar dapat mengambil tindakan yang tepat pula untuk bersama-sama menangani pandemi ini," kata @Mbaaaaas2.



Ada juga warganet yang membuat plesetan, sebab masih banyak ditemukan akun-akun yang mempertanyakan apa itu influencer.

Akun @MadMeowww mencuitkan influencer adalah orang yang terkena flu (dalam dunia medis disebut influenza).

"Kok masih pada nanyain sih influencer apa? Ya sudah jelas orang yang sedang terkena flu. Gitu aja enggak tau," kata dia.



(din/DAL)