Kotak Aerosol, Alat Perlindungan Dokter Tangani Pasien Corona

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 14:30 WIB
Dokter asal Taiwan membuat alat bernama Kotak Aerosol untuk membantu melindungi tim dokter yang menangani pasien positif corona. Ilustrasi virus corona. (AP/Jean-Francois Badias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang dokter asal Taiwan, Lai Hsien-hyung mengunggah sebuah kotak berbahan plastik akrilik yang dibuat untuk melindungi para dokter saat mereka mengintubasi pasien positif virus corona Covid-19. Hsien-hyung kemudian memberikan nama alat tersebut Kotak Aerosol.

Lai Hsien-hyung yang bekerja di Rumah Sakit Kristen Mennonite lewat akun Facebooknya mengatakan ia mulai melakukan brainstorming solusi sederhana yang bisa ia buat untuk melindungi dokter yang kehabisan alat pelindung di China.


Sebab, makin banyak pasien yang mesti dipasang ventilator karena komplikasi pernafasan akut akibat Covid-19.


Selang dua bulan, ia menerima permintaan dari dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit di Amerika bahwa mereka kekurangan alat pelindung.

"Semuanya berawal pada Januari 2020, ketika teman-teman saya di China meminta saya untuk merancang sesuatu untuk memberikan perlindungan tambahan kepada pekerja medis yang kehabisan sumber daya," tulis Hsien-hyung lewat akun Facebook yang dikutip dari Focus Taiwan.

"Sekarang, banyak pertanyaan yang saya dapatkan terkait kotak itu dari teman-teman dokter saya di Amerika Serikat," sambungnya.

Lebih lanjut kata Hsien-hyung, ia merancang Kotak Aerosol bukan untuk mencari keuntungan tetapi hanya dibuat untuk keadaan darurat.

[Gambas:Video CNN]

Kotak Aerosol digunakan saat dokter mengintubasi (tindakan medis dengan cara memasukan tabung endotrakeal melalui mulut atau hidung untuk menghubungkan udara luar dengan kedua paru) pasien, sehingga dokter tidak terpapar partikel aerosol yang dihembuskan oleh pasien.

Kotak rancangan Hsien-hyung memiliki dua lubang di sisi kanan dan kiri, yang mana dokter dapat memasukkan tangan mereka, seperti dikutip Taiwan News.

Hsien-hyung menyebut dirinya telah mendaftarkan hak paten Kotak Aerosol di bawah lisensi Creative Commons. Ia menekankan desain Kotak Aerosol bisa diduplikasi oleh siapa saja, tetapi tidak untuk digunakan untuk tujuan komersial.

(din/DAL)