Penggunaan Wifi Kala WFH Corona: Eropa Meningkat, RI Stagnan

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 13:37 WIB
Saat ini banyak orang yang memilih menggunakan akses Wifi imbas kebijakan belajar atau bekerja dari rumah atau WFH selama pandemi corona. Ilustrasi Wifi sat WFH imbas corona. (BreakingPic/Pexels)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebijakan belajar dan bekerja di rumah (Work From Home/WFH) serta isolasi mandiri telah ditetapkan banyak negara untuk menekan pandemi virus corona Covid-19 atau SARS-Cov-2. Saat ini orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan menghabiskan waktu untuk menggunakan Wireless Fidelity atau Wifi lewat smartphone.

Bahkan di beberapa negara, persentase waktu yang dihabiskan masyarakatnya untuk terhubung ke jaringan lokal nirakabel Wifi tersebut meningkat sebelum pemerintah memberlakukan kebijakan karantina mandiri.

Namun demikian, menurut data perusahaan analisis pengalaman seluler pelanggan, OpenSignal, persentase waktu penggunaan Wifi di Indonesia tidak terlalu signifikan alias stagnan.


Sejak periode Januari hingga Maret 2020, rata-rata persentasenya 33 hingga 34 persen. Data persentase terakhir yaitu tanggal 16-22 Maret 2020, angkanya hanya 34,7 persen.

"Pengguna smartphone di Indonesia hanya menggunakan 33-34 persen dari waktunya terhubung ke WifI. Jadi, 66-67 persen waktunya lebih sering pakai koneksi dari kartu SIM," kata perwakilan OpenSignal saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).


Di Benua Asia, peningkatan penggunaan Wifi terlihat di negara Vietnam dengan persentase mencapai 69,9 persen. Lalu diikuti dengan negara Filipina pada periode yang sama yaitu 63,3 persen. Sedangkan Australia 52,4 persen.

"Kami mengamati adanya lonjakan terhadap Time on Wifi dari minggu ke minggu di Filipina pada minggu ketiga Maret, yang dimulai pada 16 Maret di mana pulau utama negara tersebut dalam masa karantina," menurut data OpenSignal.

Berikut rinciannya pada periode 16-22 Maret 2020:

1. India: 9,8 persen.
2. Malaysia: 30,5 persen.
3. Taiwan 32,1 persen.
4. Indonesia: 34,7 persen.
5. Thailand: 41,5 persen.
6. Korea Selatan: 54,9 persen.
7. Singapura: 55,5 persen.
8. Hong Kong: 60,3 persen.
9. Jepang: 62,6 persen.
10. Vietnam: 69,9 persen.

[Gambas:Video CNN]

Lalu peningkatan rata-rata penggunaan Wifi terjadi di negara-negara di Benua Eropa dan Benua Amerika mulai Januari-Maret 2020. Berikut rinciannya pada periode 16-22 Maret 2020:

Benua Eropa

1. Swiss: 58,9 persen.
2. Italia: 59,2 persen.
3. Inggris: 68,9 persen.
4. Jerman: 71,4 persen.
5. Spanyol: 73,1 persen.

Benua Amerika

1. Amerika Serikat: 59,9 persen.
2. Meksiko: 64,0 persen.
3. Brasil: 70,1 persen.
4. Argentina: 72,5 persen.
5. Kanada: 76,3 persen.
6. Peru: 47,0 persen.


"Sampai saat ini, lonjakan dari minggu ke minggu tertinggi dicatat oleh pengguna di Spanyol. Ini merupakan lockdown seminggu penuh pertama bagi Spanyol, di mana negara tersebut juga dinyatakan sebagai negara kedua terparah di Eropa yang dilanda Covid-19," tulis Technical Analyst Opensignal Hardik Khatri dan Senior Analyst Sam Fenwick dikutip dari keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).

Tak hanya itu, Khatri mengatakan di Amerika Utara, pihaknya mendeteksi adanya peningkatan signifikan dalam persentase waktu yang dihabiskan untuk terhubung ke jaringan Wifi pada minggu ketiga Maret yaitu di Kanada.

"Amerika Selatan juga menunjukkan peningkatan persentase, pengguna di Argentina, Brasil, dan Peru menghabiskan Time on Wifi lebih banyak pada minggu ketiga Maret," pungkasnya.

(din/DAL)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK