Aktivitas Warga di Rumah Saja Pecut Lonjakan Trafik Internet

CNN Indonesia | Jumat, 10/04/2020 22:49 WIB
Aktivitas Warga di Rumah Saja Pecut Lonjakan Trafik Internet Ilustrasi berselancar internet. (Barn Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Trafik internet dijelaskan sejumlah operator jaringan meningkat selama warga beraktivitas di rumah karena pandemi virus corona (Covid-19). Kebutuhan internet kemungkinan bakal semakin tinggi seiring kebijakan pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Seperti diketahui pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang menyebabkan masyarakat melakukan sebagian besar aktivitas dari rumah seperti bekerja, belajar, dan beribadah.


Kebijakan membuat masyarakat tetap di rumah secara otomatis menjadikan layanan internet krusial. Banyak pekerja yang memanfaatkan internet agar dapat bekerja, begitupun sekolah yang memanfaatkan sejumlah aplikasi sebagai alternatif belajar konvensional.


VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin menyampaikan Telkomsel mencatat kenaikan trafik komunikasi tertinggi untuk layanan berbasis data dan digital yang mencapai 16 persen selama kebijakan tetap di rumah.

Dia merinci kontribusi datang dari bertambahnya jumlah pengguna aplikasi pendidikan berbasis daring (e-learning) seperti Ruang Guru, Paket Ilmupedia, dan Google Classroom yang dikatakan mencapai lebih dari 5.404 persen.

Selain itu, dia mengatakan kenaikan pengguna aplikasi penunjang layanan aplikasi bekerja secara daring seperti Zoom, Microsoft Teams, dan CloudX naik lebih dari 443 persen, payload dari komunikasi pesan instan (melalui WhatsApp, Line, Telegram) sebesar 40 persen, gim online sebesar 34 persen, dan layanan streaming video seperti YouTube dan MAXStream sebesar 17 persen.

Meski meningkat, Abidin mengklaim layanan internet Telkomsel tidak mengalami gangguan. Dia berkata Telkomsel telah menyiagakan jaringan untuk mengantisipasi lonjakan trafik layanan seiring tingginya potensi penggunaan layanan data.

"Pengamanan jaringan terutama difokuskan di wilayah residensial dan juga titik posko penanggulangan Covid-19, seperti rumah sakit dan kantor pemerintahan terkait," ujar Abidin kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/4).


Selain itu, Abidin juga berkata pihaknya tengah mengupayakan penanganan pengamanan trafik jaringan dengan menyiagakan kapasitas tambahan guna mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi, terutama trafik layanan berbasis data dan digital, dengan memaksimalkan fungsi seluruh spektrum besar yang dimiliki Telkomsel, yakni frekuensi 900, 1.800, 2.100, dan 2.300 Mhz.

Dia juga bilang Telkomsel memastikan kesiapan seluruh infrastruktur dan teknologi dalam menjaga kenyamanan pelanggan untuk mengakses layanan telekomunikasi, terutama untuk layanan berbasis broadband dan digital.

"Hingga saat ini, seluruh layanan masih terjaga baik kualitas maupun kapasitas, dengan mengoptimalkan seluruh aset yang dimiliki Telkomsel," ujarnya.

Operator jaringan yang lain, XL Axiata, menjelaskan ada kenaikan trafik sebesar 15 persen selama masyarakat diminta berada di rumah. Group Head Corporate Communication XL Tri Wahyuningsih mengatakan kenaikan trafik itu juga tidak mengganggu layanan kepada konsumen.

"Ada kenaikan sebesar 15 persen per minggunya. Alhamdulillah tidak ada gangguan yang serius," ujar Ayu kepada CNNIndonesia.com.

Ayu menyampaikan pihaknya sudah melakukan langkah di tengah situasi saat ini, misalnya melakukan monitoring terhadap performa dan kualitas jaringan selama 24 jam, mengecek secara langsung dan rutin setiap BTS untuk mendeteksi serta mengetahui kemungkinan-kemungkinan potensi gangguan, kemudian juga menyiapkan baterai cadangan dan genset untuk cadangan listrik.

Selain itu, Ayu menyampaikan pihaknya melakukan upaya pengalihan trafik jaringan dari BTS yang terdampak mati listrik ke BTS lainya yang berada di sekitar lokasi dan akan melakukan penyeimbangan trafik terlebih dahulu untuk memastikan performa jaringan.

"Melakukan penambahan kapasitas jaringan di 1.000 titik/site mengikuti perkembangan peningkatan trafik harian, dan kami sedang dalam proses untuk meningkatkan kapasitas di 1.000 site tambahan," ujarnya.


Seperti Telkomesl dan XL, Indosat Ooredoo juga mengatakan mengaku terjadi kenaikan trafik sekitar 15 persen selama kebijakan berada di rumah. Head of Corporate Communications Turina Farouk menjelaskan pihaknya memastikan pelanggan mendapatkan pengalaman digital terbaik mendukung kebutuhan komunikasi yang tinggi saat ini.

"Sejauh ini 10-15 persen kenaikannya sejak Work Form Home," ujar Turina kepada CNNIndonesia.com.

Turina juga menyampaikan Indosat memiliki Indosat Ooredoo Network Operation Center (INOC) untuk memastikan kualitas jaringan para pelanggan.

Tri menyampaikan rata-rata lonjakan trafik selama sebulan terakhir sekitar 15 persen. Wakil Presiden Direktur Tri, Danny Buldansyah, berkata pihaknya terus meningkatkan dan memastikan quality of service jaringan tetap terjaga.

"Saat ini average speed pelanggan Tri di kisaran 7Mbps selama WFH," ujar Danny kepada CNNIndonesia.com.

Sementara itu, Deputi CEK Mobility Smartfren Sukoco Purwokardjono juga mengatakan pemakaian data naik sekitar 15-20 persen. Selain karena WFH, dia berkata kenaikan didukung oleh pelajar dan mahasiswa yang belajar dari rumah.

"Kenaikan kurang lebih 15 sampai dengan 20 persen. Kalau dampak PSBB masih belum kelihatan karena baru diterapkan hari ini," ujarnya. (panji/fea)

[Gambas:Video CNN]