"Indonesia itu kan tidak hanya Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Indonesia sampai Sorong, sampai Ambon. Tidak semua punya akses internet," ungkap Trubus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (12/4).
Ia menilai pemerintah beberapa waktu terakhir selalu menganakemaskan platform digital ketika menjalankan kebijakan terkait Corona. Sebagai contoh, pemerintah menggandeng sejumlah startup untuk menjadi mitra dalam menjalankan program kartu prakerja. dan kebijakan-kebijakan kala pandemi Corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya akses kepada internet tapi ini yang harus juga dipikirkan adalah mereka mampu tidak menggunakan internet, untuk membeli kuota misalnya," terang Trubus.
Lagi pula, Trubus menilai pemerintah belum sepenuhnya bisa memastikan keamanan data pribadi masyarakat yang tersimpan di platform digital itu. Ia pun berharap pemerintah juga mengandalkan media konvensional dalam kebijakan-kebijakannya.
Di sisi lain, Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio tak mempersoalkan pilihan pemerintah yang kerap memilih platform digital dalam menjalankan kebijakannya. Menurut dia, yang penting hal itu bisa memudahkan masyarakat.
"Terserah mau pakai startup atau apa, yang penting bermanfaat," tutur Agus.
Ia menambahkan apapun kebijakan pemerintah tak akan menjadi masalah asalkan tak merugikan keuangan negara dan tetap menguntungkan bagi publik. Dengan demikian, Agus memandang pemerintah sah-sah saja memilih platform digital menjadi mitranya di berbagai kebijakan yang dibuat akhir-akhir ini.
[Gambas:Video CNN]
"Mau konvensional, mau startup itu tidak masalah. Selama menguntungkan publik dan tidak merugikan keuangan negara tidak apa-apa," pungkas Agus.
Pemerintah dalam berbagai kesempatan memaparkan merek-merek platform digital terkait kemudahan layanan kebijakannya.
Misalnya, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyebut penyaluran subsidi kartu prakerja menggandeng sejumlah perusahaan penyedia jasa dompet digital (e-wallet), seperti Gojek Indonesia, Tokopedia, hingga Bukalapak.
Senada, juru bicara pemerintah khusus dalam penanganan Covid-19 Achmad Yurianto berulangkali menyodorkan merek Halodoc sebagai sarana konsultasi soal Corona.
Pihak pemerintah sendiri belum mengonfirmasi soal alasan menggandeng platform tertentu dalam kebijakannya.
(aud/stu)