Apple Disebut Bakal Besut Macbook Murah Tahun Depan

eks, CNN Indonesia | Jumat, 24/04/2020 11:21 WIB
Ilustrasi Macbook Apple Ilustrasi (dangquocbuu/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apple diperkirakan bakal jual laptop yang lebih murah dari Macbook Air pada 2021. Harga Macbook ini disebut bakal lebih murah dari Macbook Air.

Pasalnya, Apple menempatkan chipset yang berbeda dari perangkat Macbook lain. Pada Macbook yang bakal meluncur di 2021 ini, Apple menempatkan chipset berbasis ARM yang harganya 40 hingga 60 persen lebih murah dari chipset Intel yang biasa dipakai untuk perangkat Macbook.

Dengan harga komponen yang lebih murah ini, diperkirakan Macbook anyar itu bakal dilego lebih murah dari Macbook Air. Bahkan Macbook anyar ini diperkirakan akan meningkatkan penjualan Mac hingga 50 persen.


Seorang sumber dari sektor industri terkait setuju kalai Apple bakal menempatkan Macbook anyar berbasis ARM ini sebagai laptop murah (entry-level). Kemungkinan bakal mirip dengan Macbook 12 inci yang sudah tidak diproduksi lagi sejak 2019.

ARM sendiri adalah teknologi chipset yang biasa digunakan pada perangkat smartphone. Teknologi ini menjadi dasar pembuatan chipset Qualcomm, Huawei Kirin, Samsung Exynos, hingga MediaTek.

Sebelumnya, Apple juga dikabarkan bakal menggelontorkan Mac dengan chipset ini pada 2020 atau 2021. Namun, laporan dari analis yang kerap membocorkan isu perangkat Apple, Ming-Chi Kuo memperkirakan kemungkinan peluncuran perangkat itu mengalami keterlambatan akibat pandemi Covid-19, seperti ditulis The Verge

Sebelumnya, Microsoft juga sudah menggunakan chipset berbasis teknologi ARM ini pada perangkat Surface Pro X mereka. Dengan demikian Macbook anyar Apple tahun depan bakal mengikuti jejak rivalnya itu.

Apple Disebut Bakal Luncurkan Macbook Termurah Tahun DepanSaat ini Macbook Air adalah versi Mac termurah (Stephanie Keith/Getty Images/AFP)
Peralihan Macbook ke chipset berbasis ARM ini disebut bakal menjadi langkah awal untuk menyingkirkan Intel dari produk-produk besutan perusahaan itu. Inisiatif pengembangan chipset berbasis ARM ini diberi nama proyek Kalamata.

Pengembangan chipset ini bakal mengembangkan tiga cip baru. Cip ini adalah peningkatan dari SoC A14 Bionic yang akan digunakan pada iPhone 12 dan iPad tahun depan.

Cip ini akan mengintegrasikan 12 inti CPU. Cip CPU ini akan terbagi dua jadi inti dengan performa lebih rendah agar hemat energi yang disebut Icestorm. Serta inti performa tinggi yang disebut Firestorm.

Cip-cip ini akan diproduksi di TSMC dengan pemrosesan 5 nm. Lebih kecil dari inti Snapdragon 865 yang menggunakan inti 7nm. Diperkirakan produksi cip itu akan dimulai akhir tahun ini.

Serupa dengan Microsoft yang menggunakan Windows untuk perangkat Surface Pro X, Macbook anyar itu dilaporkan akan menggunakan MacOS. Sebelumnya, perangkat laptop dengan chipset ARM tidak sanggup mengejar performa untuk menjalankan sistem operasi untuk laptop tersebut, baik Windows ataupun MacOS.

Apple pun disebut bakal terus meningkatkan performa chipset ARM-nya itu agar bisa digunakan untuk seri-seri Macbook yang punya performa lebih tinggi, baik Mabook Pro, iMac, dan Mac Pro. Meski demikian, ambisi ini diperkirakan bakal memakan waktu dan tak terjadi dalam waktu dekat.

Keputusan Apple untuk tidak lagi menggunakan chipset Intel bakal mengurangi ketergantungan perusahaan itu kepada Intel. Rumor soal peralihan Apple menggunakan chipset ARM sudah terdengar sejak 2012.

Di sisi lain, Intel bakal merugi lantaran kehilangan salah satu konsumen terbesarnya. Padahal, Intel juga sudah mulai kehilangan taring dari AMD untuk pasar prosesor gaming dan enthusiast, seperti dilaporkan Tech Spot. Apple pun telah membeli bisnis pembuatan cip modem Intel dengan harga murah. (eks)

[Gambas:Video CNN]