Warga Wuhan Disubsidi Puluhan Juta buat Beli Mobil Baru

CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 05:23 WIB
Workers assemble cars at the Dongfeng Honda Automobile Co., Ltd factory in Wuhan in central China's Hubei province on Wednesday, April 8, 2020. Wuhan is a major center for heavy industry, particularly autos, and while many major plants have restarted production after a major disruption due to the coronavirus, the small and midsize businesses that employ the most people are still hurting from both a lack of workers and demand. (AP Photo/Ng Han Guan) Pabrik Dongfeng Honda Automobile Co., Ltd di Wuhan mulai beroperasi kembali pada 8 April 2020.(AP/Ng Han Guan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Wuhan mencoba lagi memberikan subsidi buat warga untuk meningkatkan gairah pembelian mobil baru yang sempat terpuruk karena pandemi virus corona (Covid-19).

Wuhan merupakan salah satu kota di provinsi Hubei yang menjadi sumber virus corona sebelum menyebar ke seluruh dunia. China sejauh ini melaporkan 4.600 kematian karena Covid-19, sebesar 80 persen di antaranya berada di Wuhan.


Kota ini menjadi wilayah pertama yang menerapkan lockdown hingga memberhentikan sebagian besar aktivitas termasuk operasional pabrik perakitan dan penjualan mobil. Lockdown di Wuhan telah berjalan selama 76 hari.


Automotive News mengabarkan pemerintah Wuhan telah mengirimkan pesan teks ke warganya pada Sabtu (16/5) untuk menginformasikan terdapat subsidi sebesar 5 ribu yuan (Rp10,4 juta, kurs Rp2.092) untuk pembelian mobil jenis mesin bensin produksi lokal.

Bukan hanya itu, warga yang membeli mobil berteknologi listrik diganjar subsidi 10 ribu yuan (Rp20,9 juta, kurs Rp2.092).

Berdasarkan pesan itu subsidi tidak cuma terkait pembelian mobil, pemerintah setempat juga memberikan bantuan dana bila warga membeli AC, pemanas air, dan kulkas buatan Wuhan. Subsidi ini berlaku hingga akhir tahun.


Wuhan merupakan salah satu pendukung industri otomotif di China. Pada tahun lalu kota berpenduduk lebih dari 11 juta orang ini telah memproduksi 1,5 juta unit mobil.

Sebagai gambaran kapasitas produksi itu jauh lebih tinggi dari Indonesia yang hanya bisa memproduksi 1,28 juta unit pada 2019.

Beberapa produsen yang memiliki fasilitas di Wuhan di antaranya Honda Motor yang bekerja sama dengan Dongfeng Motor dan General Motors (GM) bersama SAIC Motor. (fea)

[Gambas:Video CNN]