Covid-19 Tak Bikin Bubar Investasi Rp5,1 T Honda di Indonesia

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Selasa, 19/05/2020 07:57 WIB
Empat model Honda dengan emblem RS di Indonesia, Brio, Civic, Jazz, dan Mobilio. Empat model Honda dengan emblem RS di Indonesia, Brio, Civic, Jazz, dan Mobilio. (CNN Indonesia/Febri Ardani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Business Innovation and Sales & Marketing Director Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy mengatakan investasi sebesar Rp5,1 triliun di Indonesia sesuai jadwal meski perusahaan diterpa pandemi Covid-19.  Salah satu rencana pemanfaatan investasi untuk memproduksi model baru di dalam negeri sejauh ini belum terganggu. 

Angka investasi tersebut merupakan sebagian penanaman modal Rp33 triliun dari pemanufaktur Jepang yang pernah diumumkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) beberapa waktu lalu. Selain Honda Kemenperin juga menyebut investasi itu dari grup Toyota (Toyota, Daihatsu, Hino).

"Sejauh ini belum ada pembahasan menunda investasi tersebut. Jadi masih on track," kata Billy lewat wawancara online pada akhir pekan lalu.


Investasi Honda rencananya mulai digelontorkan Honda pada 2020 meski detailnya belum disampaikan, namun disampaikan dana segar tersebut akan diserap Indonesia sampai 2025.

Billy mengatakan investasi dipastikan tidak bersinggungan dengan pengembangan mobil tanpa emisi, melainkan memperkuat lokal konten mobil-mobil Honda, termasuk pengembangan model baru di Tanah Air.

"Investasi itu buat perkembangan model baru dan peningkatan lokal konten," ucap Billy.

Pandemi telah membuat situasi industri otomotif di Indonesia sulit. Sejauh ini pembatasan sosial untuk penanganan Covid-19 telah menutup sementara pabrik, menghentikan aktivitas dealer, dan memukul penjualan nasional sampai 90 persen yang membuat produsen berada dalam fase bertahan diri.

Honda telah menghentikan pabrik sejak 13 April dan rencananya akan beroperasi pada awal Juni. Keputusan perusahaan menghentikan produksi sebab permintaan produk otomotif secara nasional mengecil dan suplai komponen dari luar negeri mengalami masalah.

Billy menyebut terus mengevaluasi kondisi terkini, namun dia bilang status investasi belum terganggu.

"Nantinya kami akan mengikuti kondisi terakhir tapi untuk sekarang ini belum ada pembahasan menghambat atau membatalkan," kata Billy. (ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]