Angka investasi tersebut merupakan sebagian penanaman modal Rp33 triliun dari pemanufaktur Jepang yang pernah diumumkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) beberapa waktu lalu. Selain Honda Kemenperin juga menyebut investasi itu dari grup Toyota (Toyota, Daihatsu, Hino).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Billy mengatakan investasi dipastikan tidak bersinggungan dengan pengembangan mobil tanpa emisi, melainkan memperkuat lokal konten mobil-mobil Honda, termasuk pengembangan model baru di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Honda telah menghentikan pabrik sejak 13 April dan rencananya akan beroperasi pada awal Juni. Keputusan perusahaan menghentikan produksi sebab permintaan produk otomotif secara nasional mengecil dan suplai komponen dari luar negeri mengalami masalah.
Billy menyebut terus mengevaluasi kondisi terkini, namun dia bilang status investasi belum terganggu.
"Nantinya kami akan mengikuti kondisi terakhir tapi untuk sekarang ini belum ada pembahasan menghambat atau membatalkan," kata Billy. (ryh/mik)