Peneliti Sebut Pemanasan Global Picu Badai Semakin Kuat

CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2020 19:35 WIB
Badai Koppu di Filipina Ilustrasi badai. (Dok. CNN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Data menunjukkan badai yang terjadi semakin kuat di Bumi dibanding 40 tahun lalu diduga dipicu pemanasan global.

Menurut data topan dari citra satelit yang dikumpulkan selama 40 tahun menunjukkan ada hubungan antara suhu Bumi yang semakin panas membuat badai semakin kuat.


Dari data yang dikumpulkan, kemungkinan badai berkembang menjadi kategori 3 atau lebih besar lagi telah meningkat sekitar delapan persen setiap dekade sejak 1979. Badai kategori tiga memiliki angin berkecepatan lebih dari 177 kilometer per jam.


"Hasil kami menunjukkan bahwa badai ini telah menjadi lebih kuat di tingkat global dan regional, yang konsisten dengan ekspektasi tentang bagaimana badai menanggapi pemanasan global," kata Peneliti Iklim dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), James Kossin.

Dilansir dari Science Alert, para peneliti iklim telah lama menduga akan ada peningkatan badai yang lebih kuat. Hal itu dipicu suhu lautan yang lebih hangat dan kelembaban tambahan di atmosfer cenderung memberi energi pada badai ini.

Namun, peneliti saat itu terhambat dengan pengolahan data badai. Selain itu, badai hanya muncul secara sporadis, dan cukup sulit untuk dipelajari.

Badai ini juga ini kerap diabaikan apabila tidak berdampak langsung pada manusia.

"Setiap tahun datanya sedikit berbeda dari tahun lalu, setiap satelit baru memiliki alat baru dan menangkap data dengan cara yang berbeda, jadi pada akhirnya kami memiliki kesulitan mengolah semua data satelit yang telah dikumpulkan," kata Kossin.


Berkat komputer yang dapat membantu peneliti menafsirkan gambar satelit dari badai di seluruh dunia, tim peneliti saat ini menunjukkan bahwa ada peningkatan badai yang lebih kuat dari tahun 1979 hingga 2017. Secara konsisten data ini cocok dengan simulasi pemanasan rumah kaca.

"Ini adalah sebuah langkah maju dan meningkatkan kepercayaan diri kita bahwa pemanasan global telah membuat angin topan semakin kuat," kata Kossin.

Di sisi lain, peneliti mengatakan belum dapat menilai seberapa besar tren peningkatan kekuatan badai yang disebabkan manusia dan seberapa besar yang disebabkan oleh alam.

Peneliti kemudian mengakui peningkatan kekuatan badai terjadi oleh banyak faktor, tak hanya perubahan iklim. Namun, berdasarkan pemahaman peneliti saat ini tentang pemanasan rumah kaca, tampaknya benar-benar ada kemungkinan peran manusia pada peningkatan kekuatan badai.

Dilansir dari Business Insider, NOAA telah memprediksi musim badai Atlantik 2020 akan dimulai pada 1 Juni. NOAA mengatakan kekuatan badai di atas normal.


Artinya ada 6 hingga 10 badai yang akan terjadi. Sebanyak 3 hingga 6 badai akan mencapai kategori tiga atau lebih tinggi.

NOAA mengatakan musim badai biasanya menghasilkan enam badai, tiga diantaranya menjadi badai besar. Akan tetapi, NOAA mengatakan Samudra Atlantik menghasilkan musim badai yang sangat aktif sejak 1995. (jnp/ayp)

[Gambas:Video CNN]