Kronologi PHK Bertahap Sampai Nissan Tutup Pabrik di RI

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 29/05/2020 21:28 WIB
Honda, Nissan, Dartsun, Mitsubishi, menampilkan koleksi mobil terbaru dalam Pameran otomotif GIIAS 2016, ICE BSD, Tangerang Nissan tutup pabrik di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Efisiensi Nissan Motor Co berimbas pada penutupan pabrik di Indonesia. Nissan Motor Indonesia (NMI) akhirnya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawannya.

Jauh sebelum keputusan Nissan menutup pabrik di Indonesia, perusahaan telah mengantisipasinya dengan melakukan PHK karyawan secara bertahap sejak akhir 2018.

Hal itu diketahui dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Pekerja Automotif Mesin dan Komponen Heriyanto yang mengatakan PHK dimulai kepada karyawan kontrak yang kemudian tidak diperpanjang. Saat itu jumlah keseluruhan pekerja Nissan lebih dari 1.000 orang.


Pemangkasan kemudian terus berlanjut sampai awal 2019. Saat itu memang Nissan memutuskan tidak lagi memproduksi mobil merek sendiri kecuali Datsun. Produksi mobil Nissan yaitu generasi baru Livina pada Februari 2019 kemudian dipindah ke pabrik Mitsubishi Indonesia.

"Awalnya memang ada seribu lebih karyawan, tapi berangsur mulai dari yang kontrak dikurangin," kata Heriyanto melalui sambungan telepon, Jumat (29/5).

Jumlah karyawan lantas kembali berkurang hingga hanya tersisa 300an orang untuk difokuskan memproduksi mobil Datsun. Tidak lama kemudian Nissan mengumumkan berhenti memproduksi merek Datsun di pabriknya pada awal 2020.

Kabar Nissan akan menutup pabriknya di Indonesia kian mencuat. Tiba pada waktunya, pengumuman Nissan tutup pabrik di Indonesia diumumkan hari ini Kamis (28/5) oleh Chief Executive Officer (CEO) Nissan Makoto Uchida.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Datsun diproduksi Nissan terakhir kali pada Februari 2020 dengan jumlah 20 unit.

Heriyanto meyakini kondisinya saat ini tidak ada karyawan di pabrik Nissan seiring dengan pengumuman yang disampaikan Uchida.

"Jadi ya setahu saya sudah tidak ada pekerjanya, dan terakhir itu yang 300 pekerja ya," ucap Herianto.

Head of Communication NMI Hana Maharani menjelaskan bila perusahaan mengalami situasi cukup berat dan pengumuman penutupan pabrik merupakan keputusan berat bagi Nissan.

"Ini adalah keputusan berat yang harus diambil perusahaan. Kesejahteraan karyawan terus menjadi prioritas kami. Kami akan melalui proses ini dengan penuh hormat kepada setiap individu," ungkap Hana.

Seperti diketahui pabrik Nissan Indonesia tutup permanen karena keputusan prinsipal. Padahal sebelumnya, pabrik Nissan yang berlokasi di Jawa Barat itu berencana dialihfungsikan dengan memproduksi mesin Xpander-Livina dan mobil listrik merek Nissan.

Namun, seiring dengan keputusan prinsipal yang ingin memindahkan basis produksi Asean ke Thailand. Rencana bisnis baru di pabrik Nissan Indonesia batal.

Rencana baru prinsipal Nissan ini diketahui sebagai langkah global untuk menyelamatkan bisnis perusahaan diambang kerugian. Keputusan tersebut juga menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan hingga akhir tahun fiskal 2023. (ryh/mik)

[Gambas:Video CNN]