NASA Siap Luncurkan Roket ke Luar Angkasa Meski Cuaca Buruk

CNN Indonesia | Sabtu, 30/05/2020 15:09 WIB
Roket SLS buat Misi Artemis NASA ke Bulan 2024. Ilustrasi peluncuran roket ke luar angkasa. (Screenshot via web Nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bersiap meluncurkan misi Demo-2 pada Sabtu (30/5) pukul 19.22 GMT atau pada Minggu (31/5) 02.22 WIB. Akan tetapi, prakiraan cuaca masih menunjukkan kondisi yang tak mendukung peluncuran.

Peluncuran perdana manusia dengan menggunakan pesawat ruang angkasa SpaceX bernama Crew Dragon ini sempat ditunda pada Kamis lalu akibat cuaca buruk.

Di sisi lain, prakiraan cuaca pada Sabtu tidak terlalu bagus. Ahli meteorologi berasumsi kondisi cuaca akan menunda peluncuran Crew Dragon. 50 persen kemungkinan cuaca akan mengganggu peluncuran


Dilansir dari Space, jendela peluncuran SpaceX berikutnya adalah pada Minggu (31 Mei) yang juga memiliki prakiraan cuaca buruk. Sebesar 40 persen kemungkinan cuaca akan mengganggu peluncuran.

"Kami memiliki terlalu banyak listrik di atmosfer. Tantangannya bukan bahwa kita berada di badai petir atau semacamnya. Tantangannya adalah peluncuran sebenarnya dapat memicu petir. Faktanya, roket itu sendiri bisa menjadi petir," kata Kepala NASA Jim Bridenstine.


Dilansir dari BBC, Crew Dragon akan meluncur ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dan menandai pertama kalinya Amerika Serikat meluncurkan astronaut ke ISS sejak 2011 silam.

Oleh karena itu, misi ini akan menjadi fokus besar pemerintahan Donald Trump. Ini juga akan menjadi kesempatan pertama bahwa NASA telah menggunakan perusahaan swasta untuk mengangkut salah satu krunya ke orbit.

"Kami akan meluncurkan ketika kami siap. Saya akan memberi tahu Anda, Presiden (Donald Trump) dan Wakil Presiden (Mike Pence) bangga dengan tim NASA dan tim SpaceX karena melakukan keputusan yang tepat untuk alasan yang tepat [penundaan peluncuran pada Kamis]," kata Bridenstine.

Upaya peluncuran pertama dibatalkan sekitar 16 menit sebelum waktu peluncuran yang ditentukan. Ada banyak aktivitas listrik di udara sepanjang hari, dan pengendali darat menyimpulkan bahwa tidak bijaksana untuk melanjutkan peluncuran.

Pada saat penundaan, Doug Hurley dan  Bob Behnken duduk di kapsul Dragon mereka di atas roket Falcon. Selain sisi cuaca, para insinyur tidak menemukan masalah teknis. Pesawat dan roket dalam kondisi sempurna untuk melakukan peluncuran.


Peluncuran pada Sabtu akan mengikuti rutinitas yang persis sama. Bridenstine juga menegaskan kembali bahwa keselamatan kedua astronaut Hurley dan Behnken  adalah prioritas tertinggi tim dalam membuat keputusan. Bridenstine mengatakan prosedur hari Kamis masih berharga untuk dianggap sebagai gladi resik.

"Kami telah melakukan gladi resik. Kami belum pernah melakukan gladi resik.Jadi ya, ada peluang belajar di sana. Kami selalu mengumpulkan data," kata Bridenstine.

Jika peluncuran berlangsung, astronaut Doug Hurley dan Bob Behnken akan terbang selama 19 jam ke ISS. Mereka akan menggunakan waktu itu untuk mencoba sistem di atas kapsul Dragon, termasuk melakukan penerbangan manual.

Kedua astronaut akan tinggal di ISS selama satu hingga empat bulan sebelum kembali ke Bumi.

SpaceX, yang dikepalai oleh Elon Musk memiliki kontrak US$2,6 miliar dengan NASA untuk menyediakan enam penerbangan awak ke stasiun ruang angkasa. 

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]