Tren Sains

Kisah Ambisi Elon Musk Bawa Manusia ke Luar Angkasa

CNN Indonesia | Sabtu, 06/06/2020 18:15 WIB
WASHINGTON, DC - MARCH 09: Elon Musk, founder and chief engineer of SpaceX speaks at the 2020 Satellite Conference and Exhibition March 9, 2020 in Washington, DC. Musk answered a range of questions relating to SpaceX projects during his appearance at the conference.   Win McNamee/Getty Images/AFP Pendiri SpaceX Elon Musk. A(FP/WIN MCNAMEE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Elon Musk lahir di Pretoria, Transvaal, Afrika Selatan pada 28 Juni 1971. Ia merupakan pendiri dan CEO SpaceX, sebuah perusahaan transportasi luar angkasa swasta yang ia dirikan pada 6 Mei 2002.

Pria berumur 48 tahun ini beberapa waktu lalu berhasil mendaratkan dua astronaut Badan Antariksa Amerika (NASA) yaitu Doug Hurley dan Bob Behnken di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menggunakan roket Falcon 9 dan mereka ditempatkan di kapsul Crew Dragon.

Pencapaian Musk itu sebetulnya sudah ia gaungkan tahun 2004 dalam wawancara ekslusif bersama salah satu jurnalis CNN. Ia menyampaikan keinginannya untuk bermitra dengan NASA dan mengirim orang ke luar angkasa suatu hari nanti.


"Saya pikir apa yang kami lakukan sangat penting bagi masa depan NASA," kata Musk dikutip CNN.

Misi pertama SpaceX untuk membawa astronaut ke orbit Bumi sebetulnya sudah direncanakan sejak 2011, namun baru terwujud 9 tahun kemudian.

Peluncuran Falcon 9 semestinya dilakukan pada 27 Mei tetapi ditunda karena bahaya badai dan tornado. Akhirnya Hurley dan Behnken mengangkasa dari Kennedy Space Center di Florida, AS, pada 30 Mei lalu.


Spesifikasi Singkat Falcon 9

Roket Falcon 9 didesain cukup berbeda dibanding rancangan pesawat luar angkasa yang memiliki sayap. Kapsul diletakkan di moncong roket untuk terhindar dari serpihan berbahaya sisa penerbangan.

Posisi itu juga membuat kapsul dapat melepaskan diri untuk penyelamatan jika terjadi masalah besar. Kapsul ini diberi nama Crew Dragon.

Kapsul dengan bentuk seperti lonceng itu seperti modul perintah era Apollo namun dirancang lebih modern. Bagian dalamnya sudah tidak lagi banyak tombol, melainkan diganti menjadi layar sentuh berukuran besar.

NASA sendiri membayar SpaceX sebesar US$3,1 miliar untuk mengembangkan kapsul Crew Dragon pada 2014. Saat misi sudah terealisasi, NASA bakal membayar SpaceX sekitar US$55 juta per astronaut.



SpaceX Juga Siap Bawa Turis ke Antariksa Pada 2021

SpaceX sebetulnya memiliki banyak ambisi besar, salah satunya perusahaan telah mengkonfirmasi siap menerbangkan empat orang turis ke antariksa pada akhir 2021.

Perjalanan ke luar angkasa ini dipatok harga US$52 juta per orang. Menurut rencana, turis akan diterbangkan dengan pesawat ruang angkasa buatan Rusia dari Pelabuhan Antariksa Cape Canaveral, Florida, AS.

Empat orang turis yang terpilih nanti akan menjalani pelatihan selama beberapa minggu. Misi ini disebut akan berlangsung selama lima hari.

Berbeda dengan misi NASA yang memungkinkan turis tinggal di ISS, penerbangan SpaceX ini hanya akan membawa turis mengorbit mengelilingi Bumi saja dan kembali.

Pada periode yang sama, SpaceX juga dikabarkan akan meluncurkan misi komersial pertama menggunakan roket Starship dan Super Heavy. Super Heavy diklaim merupakan roket terbesar sepanjang masa.

Ambisi Musk Daratkan Manusia di Permukaan Planet Mars

Beberapa waktu lalu,  Musk sempat memamerkan prototipe roket yang akan digunakan untuk misi ke Mars. Roket yang dinamakan 'Starhopper' ini akan melalui serangkaian tes di Boca Chica, Texas, AS.

Starhopper sendiri sudah lulus tes penting tahap akhir yang berhasil melakukan pendaratan setelah berada di ketinggian 150 meter dari permukaan.

Sebelum bisa digunakan untuk misi ruang angkasa, roket yang digunakan harus menyentuh kecepatan sekitar 27 ribu kilometer per jam untuk mencapai orbit.

Jika semua rencana berjalan mulus maka Starhopper akan digunakan sebagai pendorong raksasa untuk Starship. Starship nantinya akan terlepas dari roket Super Heavy setelah sampai di ruang angkasa.

Starship berikutnya akan menempuh perjalanan dengan kecepatan lebih dari 40 ribu kilometer per jam selama enam bulan sebelum menyentuh permukaan Planet merah.

Misi ambisius SpaceX ini merupakan upaya untuk membangun koloni di Mars. Rencananya misi ini akan menjadi yang pertama dengan membawa awak manusia selama perjalanan dan menghuni Mars.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]