Eropa Kebelet Produksi Prometheus, Roket Murah Seperti SpaceX

CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2020 21:06 WIB
In this photo provided by NASA, a SpaceX Falcon 9 rocket carrying the company's Crew Dragon spacecraft is launched from Launch Complex 39A on NASA's SpaceX Demo-2 mission to the International Space Station with NASA astronauts Robert Behnken and Douglas Hurley onboard, Saturday, May 30, 2020, at NASA's Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Florida. (Bill Ingalls/NASA via AP) Ilustrasi roket SpaceX. (AP/Bill Ingalls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Agensi Antariksa Eropa (ESA) berencana mendorong desain roket Prometheus ESA agar bisa diproduksi dalam skala industri. Prometheus merupakan roket reusable atau bisa digunakan kembali dengan konsep seperti roket Falcon 9 rakitan SpaceX.

Pada pertemuan Dewan Space19+ di Sevilla, Spanyol pada November lalu, ESA mendapatkan dana untuk membuat desain mesin Prometheus agar cocok diproduksi dalam skala industri. Roket yang dikembangkan ArianeGroup ini sekarang seperti menjadi kunci Eropa kompetitif soal akses ke luar angkasa.


Prometheus ESA adalah pendahulu roket berbiaya sangat rendah yang cukup fleksibel agar bisa digunakan untuk seluruh jenis misi. ESA membidik produksi desain ekonomis Prometheus bisa menurunkan biaya sistem peluncuran sekali pakai Ariane 5 Vulcain 2 hingga 10 kali lipat.


Dilansir dari situs ESA, Prometheus beroperasi menggunakan oksigen-metana cair yang memberikan efisiensi tingkat tinggi. Hal ini memungkinkan standarisasi dan kesederhanaan operasional. Bahan bakar metana juga disebut tersedia secara luas dan mudah ditangani.

Komponen yang diproduksi dan sudah siap diuji termasuk turbin pompa turbo, inlet pompa dan katup generator gas. Model ruang bakar pertama ditargetkan selesai akhir Juni sementara ruang bakar untuk M1 akan diselesaikan pada Desember 2020.

Dilansir dari Space News, ESA meminta 22 negara untuk mendanai dua hingga delapan mesin Prometheus. ESA menargetkan dana sebesar US$13,9 miliar atau sekitar Rp197 triliun.


Tujuan ESA dengan Prometheus adalah untuk memproduksi mesin tersebut masing-masing seharga US$ 1,1 juta. Prometheus juga dirancang untuk dapat digunakan kembali.

Rencana ini hampir bersamaan dengan keberhasilan SpaceX yang mengirimkan astronaut Amerika Serikat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Roket Falcon 9 digunakan oleh kru Space Dragon dalam misi ini. (jnp/fea)

[Gambas:Video CNN]