PSBB transisi di Jakarta telah dinyatakan dimulai pada 5 Juni, namun layanan antar penumpang ojol baru dapat diaktifkan kembali pada 8 Juni 2020. Jakarta telah menetapkan tiga periode PSBB sejak 10 April yang membuat fitur antar penumpang pada aplikasi Gojek dan Grab dimatikan sementara.
Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan pihaknya telah berbenah menghadapi new normal alias masa setelah PSBB berhenti diterapkan atau dilonggarkan, salah satunya memastikan setiap mitra beroperasi sesuai standar kesehatan pencegahan penularan Covid-19.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kebijakan yang sudah dibuat Grab yakni membentuk armada Grabbike Protect yang dilengkapi partisi plastik sebagai pemisah antara penumpang dan pengendara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mitra pengemudi dan penumpang juga dapat membatalkan pesanan tanpa denda sebelum perjalanan dimulai jika salah satu pihak tidak menggunakan masker. Buat penumpang caranya dengan memilih 'pengemudi/penumpang tidak memakai masker (driver/passengers did not wear a mask)' sebagai alasan pembatalan.
"Dengan alasan tersebut, kami tidak akan memberikan denda kepada salah satu pihak yang melaporkan. Kami juga akan mendukung imbauan pemerintah dalam mewajibkan para penumpang kami untuk membawa helm pribadi," ucap Neneng.
Gojek juga menyatakan hal serupa yaitu mewajibkan mitra menggunakan masker, sarung tangan, dan hand sanitizer sebagai syarat untuk menjalankan pesanan konsumen sesuai peraturan pemerintah. Di samping itu penumpang juga diwajibkan selalu menggunakan masker.
"Kami mewajibkan penumpang menggunakan masker selama berkendara, serta mengimbau untuk membawa helm SNI pribadi bagi penumpang GoRide," kata Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek Indonesia.
Terkait sekat plastik, Nila menyampaikan telah melengkapi armadanya dengan partisi tersebut. Namun dipahami sekat baru terpasang pada armada Gojek layanan taksi online saja. (ryh/fea)