Misi Perdana ke Mars dari Tanah Arab Meluncur Juli 2020

CNN Indonesia | Rabu, 10/06/2020 07:15 WIB
Misi manusia mendarat di Mars Ilustrasi planet Mars. (Screenshot via NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan siap meluncurkan misi luar angka ke Mars. Misi antar planet pertama bagi dunia Arab itu akan melihat planet Mars mengorbit orbit selama satu tahun untuk mempelajari iklimnya.

Misi antarplanet perdana itu akan diluncurkan dalam waktu 40 hari dan mencapai orbit Mars pada Februari tahun 2021. Misi itu diklaim merupakan tanda terbaru bahwa kartel lama eksplorasi ruang angkasa, yang dulu terbatas pada negara adidaya, dihancurkan oleh pendatang baru atau perusahaan sektor swasta.

Melansir The Guardian, misi yang bernama 'Hope Mars mission' akan diluncurkan pada 15 Juli 2020. UEA diketahui telah mempersiapkan misi itu sejak 2014.


Manajer proyek antariksa UEA, Omran Sharaf mengatakan misi tersebut dipandang sebagai bagian integral dari pembangunan ekonomi jangka panjang negara UEA. Selain itu, misi tersebut diklaim untuk kelangsungan hidup manusia.

Tujuan misi tersebut bukanlah untuk mendarat di Mars, tetapi untuk mengorbit planet Mars agar dapat mempelajari dinamika atmosfernya dan membentuk gambaran iklim yang lebih lengkap.


Selain itu, tujuan misi adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang apa yang menyebabkan hilangnya atmosfer, termasuk hilangnya hidrogen dan oksigen di permukaan Mars.

"Kami sedang mempelajari sebuah planet yang terlihat sangat mirip dengan planet kita, tetapi telah mengalami beberapa bentuk perubahan sehingga tidak dapat lagi memiliki air," kata wakil manajer proyek dan menteri ilmu pengetahuan UEA, Sarah al-Amiri.

UEA telah meluncurkan empat satelit pengamatan bumi, awalnya bersama dengan Korea Selatan. Tahun lalu mereka juga mengirim astronot Hazzaa al-Mansoori, orang pertama UEA di ruang angkasa ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.


Melansir CNN, UEA membangun pesawat ruang angkasa untuk ke Mars bernama Hope di Tanegashima, Jepang. Pesawat ruang angkasa yang dinamai Al Amal miliki bobot 1.350 kilogram.

Ilmuwan Hope, dari Pusat Antariksa Mohammed Bin Rashid (MBRSC) berencana untuk mengirim pesawat itu ke ruang angkasa bersamaan dengan Perseverance Rover NASA dan misi Mars pertama China, Tianwen 1.

Mereka bertujuan untuk meluncurkan selama jendela dua tahunan (biennial) atau ketika Bumi dan Mars saling berdekatan, yakni pada bulan Juli dan memasuki awal Agustus 2020.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK