Spesifikasi Pesawat Tu-142 Rusia yang Dicegat Jet Temput AS

Dini Nur Asih, CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 07:23 WIB
A Turkish air force fighter jet performs a fly over on February 25, 2014 during celebrations to mark Kuwait's 53rd National Day and the 23rd Liberation Day. The first date commemorates the creation of Kuwait as a nation in 1961 while Liberation Day marks the end of Iraq's occupation in 1991.  AFP PHOTO/YASSER AL-ZAYYAT (Photo by YASSER AL-ZAYYAT / AFP) Ilustrasi. (Foto: AFP/YASSER AL-ZAYYAT)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pesawat tempur F-22 Amerika Serikat berhasil menghalau empat pesawat pengintai Tu-142 milik Rusia karena memasuki zona identifikasi pertahanan udara Alaska (ADIZ) pada Sabtu (27/6).

Keempat pesawat pengintai Rusia itu disebut berada pada jarak 65 mil laut di selatan Kepulauan Alaskan Aleutian dan lalu-lalang selama hampir delapan jam.

Namun, ini bukan pertama kalinya pasukan NORAD mencegat pesawat militer Rusia. Pada tahun ini setidaknya mereka sudah melakukan hal yang sama selama 10 kali.


Awal bulan ini, jet F-22 AS juga mencegat pengebom berkemampuan nuklir Rusia dekat Alaska pada tiga kesempatan terpisah.

Kejadian terbaru adalah pada Rabu (24/6), pesawat tempur F-22 AS mencegat dua pesawat patroli maritim IL-38 Rusia yang memasuki Zona Alaska.

Pesawat pengintai Tu-142 sendiri dirancang berdasarkan pesawat pengintai lain yaitu Tu-95 dan diproduksi massal pada 1963.

Tu-142 sebetulnya dimaksudkan untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh kapal selam rudal balistik AS tahun 1960-an. Sebab kala itu, Angkatan Laut AS mengerahkan kapal-kapal selam berukuran besar merekan dan lihai bersembunyi.

Oleh karena itu, Angkatan Udara Rusia memerintahkan pesawat pengintai Tu-142 diberi tugas untuk menemukan sekaligus mencegat kapal-kapal selam tersebut, mengutip Military Today.

Pesawat ini dapat menampung 11 awak. Tu-142 dilengkapi dengan berbagai sensor pencari termasuk radar dan sonobuoy. Sensor aslinya merupakan bawaan dari pesawat patroli maritim II-38.

Ada sistem navigasi khusus untuk memastikan perjalanan pesawat aman di atas air yakni Electronic CoounterMeasures. Sementara susunan meriam kembar 23 mm di bagian ekor digabung menjadi satu.

Tu-142 ditenagai empat mesin turboprop NK-12MV. Pesawat ini memiliki jangkauan hingga 11.500 kilometer dan dapat membawa bahan bakar onboard hingga 83,9 t.

Dilansir Military Factory, pesawat juga dilengkapi dengan probe pengisian bahan bakar yang dapat memperpanjang jangkauannya.

Varian pesawat pengintai Tu-142M merupakan versi penyempurnaan lebih lanjut dari Tu-142. Pesawat ini memiliki badan yang lebih panjang dan bagian kokpit pun diperbaharui.

(din/mik)

[Gambas:Video CNN]