Apple Tutup 80 Toko Offline di Amerika Serikat Imbas Corona

CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 00:30 WIB
logo apple Ilustrasi Apple. (istockphoto/nayuki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Apple memutuskan untuk kembali menutup 30 toko offline mereka di AS hari ini (2/7). Berarti total jumlah toko yang telah ditutup sebesar 80 toko.

Keputusan itu dibuat karena angka kasus positif orang yang terpapar virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19) di Negeri Paman Sam itu terus meningkat.

"Karena kondisi Covid-19 saat ini, kami sementara menutup toko di area ini (sejumlah wilayah di Amerika Serikat). Kami mengambil langkah ini dengan sangat hati-hati karena memantau situasi dengan cermat dan berharap pulih secepat mungkin," kata Juru Bicara Apple dikutip CNBC.


Juru bicara perusahaan juga menyatakan bahwa Genius Bar yang menyediakan layanan langsung dan dukungan teknis bakal tetap tersedia sampai 3 Juli 2020.

Kali ini Apple menutup toko offline mereka di daerah Alabama, California, Georgia, Idaho, Louisana, Nevada, dan Oklahoma.

Pada 1 Juli 2020, setidaknya ada 50 toko di AS yang sebelumnya telah dibuka lalu kembali ditutup misalnya di daerah Florida, Mississippi, Texas, dan Utah.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, Apple menghimbau kepada pelanggan mereka untuk melakukan pemesanan secara online seperti dilansir 9to5mac.

Pemesanan online bisa dilakukan di laman resmi Apple. Pemesanan juga didukung AppleCare at Home Advisor yang ditugaskan untuk mengirim produk langsung ke tempat tinggal pembeli.

Sebelum menutup toko-toko offline mereka, Apple telah menerapkan protokol kesehatan mulai dari pengecekan suhu, masker untuk staf dan konsumen, serta penyediaan masker untuk konsumen.

Pada Maret lalu, semua toko Apple di China telah dibuka kembali. Diikuti, dengan toko di Seoul, Korea Selatan, Australia, dan Austria. Seluruh toko Apple di Jerman juga akan dibuka kembali pada Senin mendatang.

Apple memiliki 571 toko di seluruh dunia dan 271 di antaranya berada di Negeri Paman Sam.

AS saat ini masih menjadi negara dengan kasus corona dan kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data statistik Worldometer per Rabu (1/7), AS tercatat memiliki 2.727.853 kasus corona dengan 130.122 kematian.

Tren penularan kasus corona di AS terus meningkat meski Negeri Paman Sam telah memasuki era kenormalan baru atau new normal, di mana pemerintah federal dan negara bagian telah mencabut serangkaian kebijakan pembatasan pergerakan.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]