Bintang Raksasa Mendadak Hilang, Diduga Ditelan Lubang Hitam

CNN Indonesia | Kamis, 02/07/2020 17:40 WIB
Space and Galaxy light speed travel. Elements of this image furnished by NASA. Ilustrasi bintang hilang di lubang hitam. (Istockphoto/coffeekai)
Jakarta, CNN Indonesia --

Astronom menemukan sebuah bintang raksasa hilang ditelan lubang hitam, bukan meledak sebagai supernova. Bintang raksasa ini adalah luminous blue variable (LBV). Bintang yang mendekati akhir hayatnya ini berukuran masif dan tidak stabil.

Ledakan raksasa dari LBV sering terjadi, dengan tingkat keterangannya meningkat secara dramatis. Astronom mengatakan bintang ini 2,5 juta kali lebih terang daripada Matahari.

Para astronom kurang memiliki pengetahuan terhadap bintang ini, sebab bintang ini sangat langka. Namun bintang-bintang masif menghasilkan proporsi signifikan dari berbagai elemen yang berada di alam semesta.


Bintang ini ditemukan di galaksi kerdil Kinman atau disebut PHL 293B. Galaksi ini berjarak 75 juta tahun cahaya ke arah konstelasi Aquaris.

Para astronom mempelajari bintang ini di tahun 2001 dan 2011. Astronom menyimpulkan bintang berada di fase akhir evolusinya. Bintang diprediksi dan ditakdirkan untuk meledak sebagai supernova.

Akan tetapi, saat astronom mencoba mengamati bintang pada 2019, mereka tidak menemukan bintang dan tanda-tanda ledakan supernova. 

Dalam pengamatan pada 2019, astronom menggunakan instrumen ESPRESSO dan X-shooter yang berada di Very Large Telescope (VLT) milik European Souther Observatory (ESO).

"Jika benar [bintang ditelan lubang hitam], ini akan menjadi deteksi langsung pertama bintang berukuran monster yang mengakhiri hidupnya dengan cara ini," kata  seorang mahasiswa PhD di Trinity College Dublin, Irlandia, Andrew Allan.

Allan juga merupakan penulis utama dalam jurnal laporan bintang tersebut yang dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

"Akan sangat luar biasa bagi bintang sebesar ini menghilang tanpa menghasilkan ledakan supernova yang cerah," kata Allan.

Para ilmuwan memiliki tiga teori tentang mengapa bintang itu menghilang. Pertama adalah ledakan raksasa oleh bintang mungkin telah membuatnya kehilangan begitu banyak massa sehingga menjadi bintang yang lebih kecil, kurang bercahaya. Kedua, cahaya kurang cerah karena sebagian bintang tertutup debu.

Dilansir dari Forbes, teori ketiga adalah bintang itu jatuh ke dalam lubang hitam tanpa menghasilkan supernova.

Dilansir dari Science Daily, sejauh yang diketahui para astronom, bintang-bintang masif seharus mengakhiri hidup mereka sebagai supernova. Masalahnya adalah, tidak ada bukti bahwa bintang hilang karena meledak menjadi supernova.

Oleh karena itu, teori terakhir adalah sebuah fenomena yang langka.

"Kami mungkin telah mendeteksi salah satu bintang paling masif dari alam semesta yang secara senyap menghilang di angkasa," kata anggota tim Jose Groh dari Trinity College Dublin.

Namun, ia juga mengakui bahwa hilangnya bintang itu dapat dijelaskan oleh ledakan supernova yang tidak terdeteksi.

(jnp/DAL)

[Gambas:Video CNN]