BMKG Ingatkan Jam Berbahaya Paparan Sinar UV Jabodetabek

CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 12:15 WIB
Pesawat komersil melintas dilatari halo matahari, di Padang, Sumatera Barat, Rabu (4/3). Fenomena bulan bercincin tersebut merupakan hasil pembelokan cahaya matahari oleh partikel uap air di atmosfer, yang terbentuk karena dispersi butir-butir es atau air pada awan sirrus oleh sinar ultraviolet. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Rei/pd/15. Ilustrasi paparan sinar ultraviolet matahari (Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sinar ultraviolet (uv) memiliki tingkat bahaya berdasarkan waktu paparan di Jabodetabek.

BMKG menyebut semakin rendah indeks maka semakin aman paparan sinar Ultraviolet. Berikut indeks UV yang ada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pada Jumat (3/7), sejak pagi hingga sore hari.

- Pukul 08.00-09.00 WIB
BMKG mengatakan indeks UV di Jabodetabek pada pukul 08.00-09.00 sekitar 0-2. BMKG mengatakan risiko bahaya paparan UV pada waktu tersebut rendah hingga sedang.


- Pukul 10.00-11.00 WIB
BMKG mengatakan indeks UV di Jabodetabek pada pukul 10.00-11.00 WIB terbilang bahaya sedang hingga sangat tinggi.

- Pukul 12.00-13.00 WIB
BMKG mengatakan indeks UV di Jabodetabek pada pukul 10.00-11.00 WIB juga dalam posisi bahaya sedang hingga sangat tinggi.

- Pukul 14.00-15.00 WIB
BMKG mengatakan indeks UV di Jabodetabek pada pukul 14.00-15.00 WIB posisi bahaya rendah hingga sedang seperti pagi hari.

[Gambas:Instagram]

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan indeks UV dimulai dari angka 0 hingga lebih dari 11. Setiap tingkat indeks UV juga memiliki warna yang berbeda.

- Indeks UV 0-2
BMKG menjelaskankan indeks UV 0-2 masuk kategori low dan berwarna hijau. BMKG mengatakan indeks UV 0-2 memiliki tingkat bahaya rendah bagi banyak orang. Namun, BMKG mengimbau orang berkulit sensitif untuk menggunakan kacamata dan pelembab tabir surya SPF 30+.

Pemukaan cerah seperti pasir, air, dan salju dinilai akan meningkatkan paparan UV

- Indeks UV 3-5
BMKG menjelaskankan indeks UV 3-5 masuk kategori moderate dan berwarna kuning. BMKG mengatakan indeks UV 3-5 memiliki tingkat bahaya sedang bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung.

BMKG mengimbau orang untuk tetap berada di tempat teduh pada saat matahari terik siang hari atau mengenakan pakaian, topi, hingga kacamata hitam saat berada di luar ruangan. Kemudian, BMKG mengimbau untuk mengoleskan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam setelah berenang atau berkeringat pada hari berawan.

BMKG juga menyebut permukaan cerah seperti pasir, air, dan salju akan meningkatkan paparan UV.

- Indeks UV 6-7
BMKG menjelaskankan indeks UV 6-7 masuk kategori high dan berwarna oranye. BMKG mengatakan indeks UV 6-7 memiliki tingkat bahaya tinggi bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung.

BMKG menyebut paparan langsung UV pada indeks 6-7 bisa merusak mata dan kulit. Sehingga, BMKG menyarankan orang untuk mengurangi paparan UV pada pukul 10.00-16.00 WIB.

Pengguna tabir surya SPF 30+ dan pakaian pelindung dari terik matahari juga dapat menghalangi paparan langsung sinar UV. BMKG menyebut permukaan cerah seperti pasir, air, dan salju akan meningkatkan paparan UV.

- Indeks UV 8-10
BMKG menjelaskankan indeks UV 8-10 masuk kategori very high dan berwarna merah. BMKG mengatakan indeks UV 8-10 memiliki tingkat bahaya sangat tinggi bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung.

BMKG menyebut perlu tindakan pencegahan ekstra karena kulit dan mata dapat rusak dan terbakar dengan cepat jika terpapar UV pada intek 8-10.

Selain menyatakan tetap berada di tempat teduh dan menggunakan pakaian pelindung BMKG menyarankan untuk menggunakan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam, bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat.

BMKG menyebut permukaan cerah seperti pasir, air, dan salju akan meningkatkan paparan UV. BMKG juga menyarankan orang untuk mengurangi paparan UV pada pukul 10.00-16.00 WIB.

Indeks UV >11
BMKG menjelaskankan indeks UV >11 masuk kategori extreme dan berwarna ungu. BMKG mengatakan indeks UV >11 memiliki tingkat bahaya sangat ekstrim bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelindung.

BMKG menyebut kulit, mata dapat rusak dan terbakar dalam hitungan menit tidak melakukan pencegahan. BMKG menyarankan orang untuk mengurangi paparan UV pada pukul 10.00-16.00 WIB.

Selanjutnya, BMKG juga menyarankan untuk tetap berada di tempat teduh dan menggunakan pakaian pelindung matahari, kacamata hitam, serta tipi saat berada di luar ruangan.

BMKG menyarankan untuk menggunakan cairan pelembab tabir surya SPF 30+ setiap 2 jam, bahkan pada hari berawan, setelah berenang, atau berkeringat. BMKG menyebut permukaan cerah seperti pasir, air, dan salju akan meningkatkan paparan UV.

(jps/eks)

[Gambas:Video CNN]