BRTI Siap Mediasi soal Bocor Data Denny Siregar dan Telkomsel

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 19:51 WIB
Denny Siregar Denny Siregar (Detik Foto/ Ari Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan pihaknya siap melakukan mediasi antara penggiat media sosial Denny Siregar dengan Telkomsel terkait kebocoran data pribadi yang dialami Denny.

Komisioner BRTI Agung Harsoyo menjelaskan pihaknya belum memutuskan memanggil Telkomsel terkait kebocoran data ini. BRTI memberi kesempatan bagi kedua pihak untuk menyelesaikan masalah.

"Kita menunggu dan memberi kesempatan antara operator dan pelanggannya untuk menyelesaikan masalahnya. Peran BRTI nanti dapat menjadi mediasi keduanya jika diperlukan," kata Agung saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (6/7).


Agung kemudian menjelaskan sistem registrasi kartu SIM yang membutuhkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK), melalui pesan pendek (SMS).

Pengiriman NIK, nomor KK, dan  nomor ponsel pengguna diperlukan untuk sinkronisasi data kependudukan Dukcapil (Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil) Kementerian Dalam Negeri.

"Ketika registrasi kartu prabayar, pelanggan mengisi NIK dan Nomor KK. Kemudian oleh operator dikirim ke Dukcapil untuk verifikasi. Ketika balikan (balasan) dari Dukcapil positif, maka kartu tersebut aktif. Artinya, data yang dimiliki oleh operator sama dengan yang diketik oleh pelanggan: NIK dan No(mor) KK," tulis Agung.

Saat ditanya mengenai sumber kebocoran data, Agung enggan berkomentar. Ia justru memberikan komentar terkait data-data yang disimpan oleh operator.

"Saya tidak tahu. Yang saya tahu, kalau data pelanggan (yang disimpan) operator selular berkaitan terutama terkait dengan billing system (sistem tagihan). Biasanya sistem billing berisi diantaranya layanan yang digunakan pelanggan, berapa besar/lama yang ujungnya berapa yang harus dibayar oleh pelanggan," tutur Agung.

Sebelumnya, penggiat media sosial Denny Siregar meminta tanggung jawab operator Telkomsel terkait dugaan 'kebocoran data' yang dialaminya. Dia mengatakan hal itu sangat mengerikan dan bisa menimpa orang lain.

Denny yang belakangan ramai jadi perbincangan lantaran membuat unggahan di media sosial terkait foto santri cilik yang dia katakan 'calon teroris' telah mengungkap data pribadinya dibeberkan akun @Opposite6891 melalui Twitter.

(jnp/eks)

[Gambas:Video CNN]