Jenis Gempa Banten yang Terasa Sampai Jakarta

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 13:02 WIB
ilustrasi gempa Ilustrasi gempa bumi. (Istockphoto/ Petrovich9)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi berkekuatan M 5,4 di Banten selatan hari ini (7/7) merupakan jenis gempa bumi menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia.

Akibat gempa ini, getaran juga sampai dirasakan masyarakat yang tinggal di DKI Jakarta.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam dibawah lempeng Eurasia," kata Kepala Pusat Rahmat Triyono dikutip dari keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (7/7).


"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," sambungnya.

Thrust fault atau Gempa Sesar umumnya terjadi ketika dua lempengan batu menekan satu sama lain. Akibatnya, getaran gempa dirasakan naik turun. Thrust fault ini terjadi pada kedalaman yang dangkal, lempeng-lempeng tersebut akan bergeser satu sama lain, seperti dikutip USGS.

BMKG mencatat gempa terjadi pukul 11.44 WIB dengan kedalaman 82 kilometer. Lokasi gempa ada di 6.69 Lintang Selatan - 106.14 Bujur Timur. Adapun pusat gempa berada di laut dan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa ini dirasakan sejumlah warga di Jakarta. Sejumlah warga yang merasakan guncangan gempa itu mencuitkan di akun Twitternya.

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, getaran gempa sampai dirasakan warga Jakarta karena ada efek soft sedimen atau tanah lunak.

"Guncangan gempa ini sangat dirasakan di Jakarta karena adanya efek soft sedimen atau tanah lunak (local site effect) di Jakarta sehingga resonansi akibat tebalnya lapisan tanah lunak ini membuat gempa sangat dirasakan," jelas Daryono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (7/7).

BMKG pun menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari bangunan yang sekiranya retak karena gempa.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ujar Rahmat.

Sebelumnya gempa bumi juga terjadi di Jepara dengan magnitudo 6,1. BMKG mencatat gempa terjadi pukul 05.54 WIB dengan kedalaman 578 km dari. Lokasi gempa ada di 6.12 Lintang Selatan - 110.55 Bujur Timur. Adapun pusat gempa berada di laut, atau 53 kilometer barat laut Jepara.

Kekuatan gempa terasa hingga Yogyakarta, Mataram, Purworejo,Kuta dengan skala III MMI. Dalam skala ini getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Gempa Jepara juga dirasakan di daerah lain dengan kekuatan lebih rendah, seperti Denpasar, Kebumen, Banjar Negara, Cilacap, Boyolali, Krui, Pesisir Barat, Pangandaran, Tanggamus, Gianyar, Pekalongan, dengan skala II hingga III MMI. Dalam skala ini getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]