Ahli Klaim Berhasil Buat Filter Bunuh Virus Corona di Udara

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 07:40 WIB
ilustrasi virus corona Ilustrasi virus corona. (iStockphoto/Naeblys)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti dari Universitas Houston mengklaim telah membuat filter yang mampu menangkap dan membunuh virus corona SARS-CoV-2 di udara. Para peneliti melaporkan bahwa 99,8 persen virus mati dalam pengujian yang dilakukan di Galveston National Laboratory.

Para ilmuwan mengatakan virus ketika melalui filter dari busa nikel yang telah dipanaskan hingga 200 derajat Celcius atau sekitar 392 derajat Fahrenheit. Material itu juga diketahui membunuh 99,9 persen spora antraks dalam pengujian yang dilakukan Universitas Kesehatan Texas.

"Filter ini dapat berguna di bandara dan di pesawat terbang, di gedung-gedung perkantoran, sekolah, dan kapal pesiar untuk menghentikan penyebaran Covid-19," kata Ren, selaku penulis naskah, melansir EurekAlert.


"Kemampuannya untuk membantu mengendalikan penyebaran virus bisa sangat berguna bagi masyarakat," ujarnya.

Ren mengatakan Pusat Superkonduktivitas Texas di Universitas Houston (TcSUH) mengembangkan alat tersebut setelah 'didekati' oleh Medistar pada 31 Maret, ketika pandemi menyebar ke seluruh Amerika Serikat untuk membantu mengembangkan konsep filter udara yang dapat menjebak virus.

Para peneliti mengetahui penularan virus dapat melalui udara atau airborne selama sekitar tiga jam. Filter pembunuh virus tersebut dinilai tepat untuk membunuh virus Covid-19 di udara.

Kala itu, Medistar menyebut virus tidak dapat bertahan pada suhu di atas 70 derajat Celcius, atau sekitar 158 derajat Fahrenheit. Sehingga para peneliti memutuskan untuk menggunakan filter yang dipanaskan. Dengan membuat suhu filter lebih panas sekitar 200 derajat Celcius, mereka dapat membunuh virus dalam waktu singkat.

Ren mengatakan bisa nikel digunakan di dalam alat tersebut karena memenuhi beberapa persyaratan utama, yakni berpori, memungkinkan aliran udara, dan konduktif secara elektrik yang memungkinkannya dipanaskan.

Tetapi, Ren berkata busa nikel memiliki resistivitas rendah, sehingga sulit untuk menaikkan suhu cukup tinggi untuk dengan cepat membunuh virus.

Para peneliti memecahkan masalah itu dengan melipat busa, menghubungkan beberapa kompartemen dengan kabel listrik untuk meningkatkan ketahanan yang cukup tinggi untuk menaikkan suhu setinggi 250 derajat Celcius.

Melansir Hindustan Times, peneliti memanaskan filter dengan menggunakan listrik. Dengan cara itu, peneliti berhasil meminimalkan jumlah panas yang keluar dari filter agar pendingin udara berfungsi dengan tekanan yang sangat rendah.

Ketika para ilmuwan membangun dan menguji prototipe untuk hubungan antara tegangan atau arus dan suhu, peneliti mengatakan memenuhi persyaratan untuk sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC) konvensional, dan dapat membunuh virus corona.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]