LIPI Jelaskan Cara Atasi Sengatan Ubur-ubur Api

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 04:21 WIB
Ubur-ubur Bluebottle Ubur-ubur api atau Bluebottle (Istockphoto/RugliG)
Jakarta, CNN Indonesia --

LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) ungkap cara pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasi sengatan ubur-ubur api.

Menurut Ketua Kelompok Peneliti Ekosistem Laut Dalam dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hanung Agus Mulyadi, untuk melakukan pertolongan dilakukan dengan membuang seluruh tentakel yang tertancap pada kulit yang terkena.

"Diusahakan agar korban yang terkena sengatan ubur-ubur membuang tentakel yang menempel di kulit dan sekiranya ada indikasi luka segera hubungi pihak medis," jelasnya saat dihubungi, Minggu (12/7).


Hal ini diungkap Hanung terkait dengan 25 wisatawan yang tersengat ubur-ubur ketika tengah berenang di Pantai Pangandaran, Selasa (7/7).

Ia menduga bahwa ubur-ubur yang menyengat pengunjung di Pantai Pangandaran adalah jenis ubur-ubur api atau physalia physalis.

Namun demikian beberapa ahli menyebutnya dengan physalia utriculus, sementara masyarakat Australia mengenal dengan istilah Bluebottle.

Ubur-ubur tersebut dapat menyengat orang sebab mempunyai nematocyst, berupa kapsul penyengat pada hewan jenis colenterata berbentuk duri.

Jika nematocyst menyentuh permukaan kulit orang atau hewan, duri akan menempel sehingga membuat yang terkena gatal-gatal, muncul ruam, hingga ada rasa seperti terbakar.

Selain itu, Hanung menjelaskan bahwa hal menarik dari ubur-ubur tersebut adalah memiliki balon pada punggungnya yang berwarna kebiruan.

"Hal menarik lainnya ada balon di punggung atas yang berwarna kebiruan, itu merupakan penumathopore yang berfungsi untuk mengapung," tutur Hanung.

Lebih lanjut dia berkata bahwa balon tersebut membantu mobilisasi sang ubur-ubur.

Hanung mengungkapkan bahwa ubur-ubur sejenis sempat ditemukan di Pantai Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga sangat mungkin ubur-ubur yang menyengat para wisatawan di Pantai Pangandaran adalah ubur-ubur yang sama.

"Dengan bantuan angin dan faktor oseanografi, ubur-ubur dapat terbawa (arus) sampai beberapa kilometer dan menuju ke arah pantai (Pangandaran) bahkan terdampar ke tepian," ungkap Hanung.

Penjaga pantai setempat menjelaskan bahwa pengunjung Pantau Pangandaran kerap tak berhati-hati saat ada ubur-ubur. Pengunjung bahkan ada yang bermain-main dengan binatang itu.

(ndn/eks)

[Gambas:Video CNN]