Cara dan Waktu Terbaik Lihat Komet Neowise di Langit Juli

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 12:39 WIB
Komet yang ditemukan pada tahun  2014 ini diketahui mengeluarkan etanol seperti dalam kandungan di alkohol (Dok.NASA) Ilustrasi Komet Neowise. (Dok.NASA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komet Neowise adalah komet retrograde yang dibidik oleh teleskop antariksa NEOWISE (Near Earth Object Wide-field Infrared Survey Explorer) milik Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA.

Neowise diketahui merupakan perpanjangan msi selama empat bulan dari Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) setelah pendingin hidrogen habis untuk menyelidiki objek kecil tata surya yang berdekatan dengan orbit Bumi.

Komet ini pertama kali teramati pada 27 Maret 2020 dan sampai di perihelion (titik orbit benda angkasa entah itu planet atau komet, yang paling dekat dari Matahari) pada 3 Juli 2020 dengan jarak 44,5 juta km.


Untuk mengamati komet Neowise, Anda disarankan untuk bangun pagi-pagi buta sekitar satu jam sebelum Matahari terbit dan menghadap ke arah Timur Laut.

Setelah itu kepalkan tangan Anda lalu lengan direntangkan, seperti dikutip International Dark Sky Association.

Sejajarkan bagian bawah kepalan tangan Anda dengan langit. Komet akan terlihat sekitar setengah jalan antara langit dan bagian atas kepalan tangan Anda.

Komet dapat terlihat dari Bumi karena sinar Matahari memantau hasil dari perpaduan gas dan debu. Komet Neowise jaraknya akan berdekatan dengan Bumi pada 22 Juli sekitar 103,5 juta km.

Neowise akan terlihat cukup terang di wilayah yang berada di belahan Bumi utara. Kecerahan objek langit ini didasarkan pada besarnya bintang-bintang yang diberi label 'magnitudo pertama', misalnya Bintang Deneb.

Dilansir Space dari Harvard Smithsonian Center for Astrophysics, komet Neowise bakal terlihat pada tanggal 11 Juli sampai akhir Juli.

Namun menurut peneliti senior di Planetarium Jakarta, Widya Sawitar, mulai 20 Juli komet Neowise semakin redup. Namun, jika langit bebas polusi udara dan cahaya, komet akan terlihat jelas di langit Indonesia.

"Mulai 20 Juli tidak kasat mata. Kalau ada polusi, kisaran mulai hari ini sudah sulit," kata Widya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (14/7).

Waktu terbaik untuk mengamati komet Neowise di Indonesia dimulai pada 12 Juli saat malam hari karena kepala komet berdiri sekitar lima derajat di atas langit. Sementara pada 14 Juli ketinggiannya sudah dua kali lipat menjadi 10 derajat dan pada 19 Juli mendatang akan naik lagi dua kali lipat menjadi 20 derajat.

(din/DAL)

[Gambas:Video CNN]