Membaca Kans TNI Rancang Ban Tanpa Udara buat Mobil Pribadi

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 08:40 WIB
Menurut Poltekad TNI AD ada kemungkinan ban tanpa udara rancangan mereka dikembangkan menjadi 'versi sipil'. Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD menciptakan ban tanpa udara yang antibocor dan kebal tembakan peluru. (Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengembangan ban tanpa udara buatan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) TNI AD tak cuma buat memenuhi kebutuhan kendaraan militer. Ban yang dirancang antibocor dan 'kebal' peluru ini juga memungkinkan tersedia versi sipil untuk kendaraan penumpang.

Pengembangan versi sipil ban tanpa udara memungkinkan penelitian dilakukan untuk tujuan 'komersial' lantaran memiliki pangsa pasar lebih luas, yakni kebutuhan pengguna mobil pribadi.

Penelitian ban tanpa udara buat mobil penumpang saat ini juga tengah dilakukan produsen ban global seperti Michelin, Bridgestone, Toyo Tires, dan Goodyear.


Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar mengatakan pengembangan ban tanpa udara untuk mobil penumpang memungkinkan, namun dia menilai keputusan soal itu tak dipegang pihaknya.

"Ya bisa saja," kata Nugraha melalui pesan singkat, Rabu (29/7).

Namun Nugraha bilang segala sesuatu yang menyangkut penelitian prajurit harus melalui restu pimpinan Kepala Satuan Angkatan Darat (Kasad). Jika izin diperoleh pihaknya akan akan mengembangkan ban tanpa udara buat mobil penumpang.

"Tapi karena ini masalah kebijakan maka untuk mendapatkan jawaban yang pasti tanya ke Kasad," ucap Nugraha.

Sebelumnya Nugraha pernah mengatakan batas pengembangan siswa-siswi di Poltekad cuma sampai penelitian, termasuk pengembangan ban tanpa udara yang kini sudah diuji coba.

"Kami sifatnya penelitian dan ide dasar. Pengembangan selanjutnya ini milik [TNI] AD, harus seizin Kasad atau Kemenhan," kata Nugraha pada pertengahan Juli.

Nugraga mengatakan hak paten ban tanpa udara diklaim atas nama TNI AD sehingga saat diproduksi, misalnya oleh pihak lain, itu hanya bisa dilakukan atas restu pimpinan jajaran TNI AD dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

"Jadi kami tidak bisa memutuskan," ucap Nugraha saat itu.

Ban tanpa udara rancangan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) TNI AD bakal diproduksi massal jika mendapat restu dari pimpinan TNI AD atau Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.Ban tanpa udara rancangan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) TNI AD bakal diproduksi massal jika mendapat restu dari pimpinan TNI AD atau Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. (Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) TNI AD)

Ia menambahkan jika nanti urusannya sampai ke tahap produksi, pasti diserahkan kepada pihak yang punya keahlian dan teknologi canggih, serta pabrik. Poltekad juga dikatakan cuma hanya akan menyediakan formulasi atau ramuan pembuatan ban itu.

"Itu dari kami dan kami tidak berani memberikannya [formula] tanpa seizin Kasad," ungkap Nugraha.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]