Cara Mudah Mengisi Cairan Ban Tubeless

CNN Indonesia | Rabu, 05/08/2020 10:24 WIB
Selain memerlukan tekanan angin maupun nitrogen untuk isi ulang, ban Tubeless juga memiliki 'trik' anti bocor, dengan cairan atau gel anti-bocor Ilustrasi ban tubeless. (Istockphoto/Vasyl Dolmatov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ban tubeless merupakan ban tanpa tube yang dirancang tanpa membutuhkan ban dalam.

Melansir Auto Tire Resolutions, ban ini memiliki karakteristik udara yang disimpan dalam volume ruangan antara karet dan velg. Tak heran jika kini banyak orang yang mulai mempelajari cara mengisi cairan ban tubeless secara mandiri.

Selain memerlukan tekanan angin maupun nitrogen sebagai media isi ulang, ban Tubeless juga memiliki 'trik' anti bocor, dengan cairan atau gel anti-bocor. Tujuannya tentu saja untuk menambal secara otomatis saat ban mengalami kebocoran akibat tertancap benda tajam di jalanan.


Langkah dan cara mengisi cairan ban tubeless

Melansir dari situs Trelleborg, setidaknya ada berbagai instruksi yang perlu dipatuhi saat mengisi cairan dalam ban tubeless ini. Yang perlu disiapkan, pastikan pemilik memilih produk cairan yang memiliki kualitas dan fungsi yang baik, sehingga tidak menyumbat pentil ban, hingga membuat velg mudah berkarat.

Selain itu, cairan ban ini juga berfungsi untuk menutup kebocoran halus jika tidak bisa dideteksi dengan air sabun dimana letak bocornya. Oleh sebab itu, berikut ini adalah beberapa ringkasan mudah mengisi cairan ban tubeless yang dapat dipraktekkan secara mandiri, tanpa perlu pergi ke bengkel sepeda, motor atau mobil.

1. Kempeskan ban tubeless dengan cara membuka katup atau pentil ban, jika pentil susah dibuka, gunakan media lain untuk memutar pentil ban agar terbuka

2. Buka botol cairan anti-bocor dan pasang selang untuk menyalurkan cairan ke dalam ban

3. Pasangkan selang dengan pentil ban, dan tunggu hingga seluruh cairan masuk ke dalam ban tubeless

4. Selama pengisian cairan, sesekali lepaskan selang dan kocok atau goyangkan. Hal ini memungkinkan udara yang tersisa dalam ban lekas menghilang

5. Perhatikan dan jangan biarkan cairan meluber keluar ban

6. Setelah semua cairannya masuk, bersihkan pentil dengan lap dan pasang kembali katup pentilnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan Soal Cairan Anti-Bocor

Technical Service & Development FDR Tire Jimmy Handoyo mengatakan gel anti-bocor bukan solusi ketika ban tertusuk benda tajam. Pada 27 Juni 2019 lalu, kepada CNNIndonesia.com, ia mengatakan bahwa berdasarkan penemuan beberapa kasus, penggunaan cairan ini justru merusak ban dan velg mobil atau motor.

Dijelaskan Jimmy, kerusakan yang ditimbulkan akibat cairan anti-bocor bermacam-macam. Untuk velg di beberapa kasus akan merusak lapisannya. Selain itu velg berbahan metal juga bakal berkarat.

Sedangkan kerusakan yang akan dialami ban akibat cairan, dikatakan Jimmy membuat bagian dalam ban menjadi terkelupas. Oleh sebab itu Jimmy menyarankan pengguna ban tubeless sebaiknya tidak menggunakan cairan anti bocor. 

Ia menyebut ban tubeless yang tertancap benda tajam cukup mampu mengungkung udara untuk beberapa saat, dengan syarat benda tersebut tidak dicabut.

Tips perawatan ban tubeless

Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan saat memutuskan untuk menggunakan ban tubeless, alih-alih ban yang memiliki karet di dalamnya. Ban jenis ini memang memiliki banyak keuntungan dan lebih enak dipakai, namun ada beberapa tips yang perlu pengguna ikuti, sebagaimana berikut ini:

1. Periksa Tekanan Ban

Selalu perhatikan tekanan dalam ban tubeless ini. Penyesuaian tekanan angin hanya dapat dilakukan saat ban dingin. Tekanan angin ban depan sekitar 32 psi dan ban belakang 38-40 psi.

2. Hindari Menggunakan Cairan Anti-bocor

Sebagaimana telah diulas secara singkat, penggunaan cairan ini selaras dengan fungsinya yang luar biasa. Penggunaannya ternyata juga memiliki dampak buruk bagi rangka motor maupun ban itu sendiri.

3. Hindari Beban Berlebihan

Saat menggunakan motor atau mobil menggunakan ban tubeless, maka ada baiknya jangan bawa muatan yang berlebihan dan tidak seimbang. Muatan yang berlebih akan membuat tekanan ban semakin berat, dalam kondisi seperti itu gesekan yang dihasilkan dengan aspal membuat kualitas ban semakin menurun dan mudah rusak.

4. Jangan Biarkan Ban Kempes Terlalu Lama

Pengguna tidak boleh sembarangan membiarkan keadaan motor atau mobil kempes terlalu lama. Hal itu akan mengakibatkan kerusakan secara perlahan-lahan pada isi dan permukaan ban tubeless.

5. Lakukan Pengecekan Rutin

Pengguna harus melakukan pengecekan secara berkala dan rutin, dengan cara mengukur tekanan ban melalui telapak tangan. Selain itu, permukaan ban juga perlu mendapat perlakuan khusus, jika ditemukan goresan benda tajam yang mungkin akan berbahaya ke depannya.

Nah, setelah mengetahui bagaimana cara mengisi cairan ban tubeless, maka pengguna yang masih berniat menggunakan teknik ini, tentunya mampu melakukan pengisian cairan anti-bocor ban tubeless secara mandiri di rumah.

(khr/DAL)

[Gambas:Video CNN]