Ahli: Seperti Manusia, Dinosaurus Juga Alami Kanker Ganas

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 05:47 WIB
Peneliti mengungkapkan bahwa dinosaurus juga dapat menderita kanker tulang ganas, yang juga dapat menjangkiti manusia saat ini. Ilustrasi Dinosaurus. (pixel1/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Baru-baru ini peneliti menemukan fakta menarik bahwa dinosaurus juga dapat menderita osteosarkoma atau kanker tulang ganas, yang juga dapat menjangkiti manusia saat ini.

Temuan itu, hasil dari penelitian oleh para patologi, radiologi, bedah ortopedi dan paleopatologi. terhadap tulang kaki bagian bawah dari dinosaurus bertanduk, yang dikenal sebagai Centrosaurus Apertus.

Centrosaurus telah hidup sejak 76 hingga 77 juta tahun lalu. Hal ini juga membuat Centrosaurus menjadi contoh dinosaurus pertama yang ditemukan menderita kanker ganas.


"Diagnosis kanker agresif seperti ini pada dinosaurus, memang sulit dipahami dan membutuhkan keahlian medis dan berbagai tingkat analisis, untuk mengidentifikasi dengan benar," ujar Mark Crowther, seorang profesor patologi dan kedokteran molekuler di McMaster University dalam sebuah pernyataan pers seperti dilansir CNN, Selasa (4/7).

Crowther mengungkapkan tim telah membandingkan fosil fibula normal dari dinosaurus dari spesies yang sama, kemudian dibandingkan dengan fibula milik seorang pria berusia 19 tahun dengan kasus osteosarkoma yang dikonfirmasi.

Kemudian, kedua jenis tulang makhluk hidup itu diperiksa dengan CT scan, dan diamati serpihan tulangnya melalui mikroskop.

Tak hanya itu, alat rekonstruksi tiga dimensi juga digunakan untuk memvisualisasikan perkembangan kanker melalui tulang.

Dikutip dari Science Mag, para peneliti juga menemukan fakta, bahwa tumor tersebut telah bersemayam di tubuh Centrosaurus dalam waktu cukup lama. 

Mereka juga meneliti jika kasus serupa terjadi pada manusia, dan kemudian tidak diobati. Maka penyakit itu akan berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

Sebagaimana diketahui, kaki bagian bawah atau fibula Centrosaurus Apertus pertama kali ditemukan oleh tim arkeolog di Dinosaur Provincial Park di Alberta, Kanada pada 1989 silam. Saat itu, ujung tulang fosil terlihat cacat dan dianggap sebuah hal biasa.

Osteosarcoma merupakan penyakit ganas, yang juga menimpa salah satu atlet Kanada Terry Fox. Pada tahun 1980, fox terus berjuang menjadi seorang atlet maraton, demi mengumpulkan pundi-pundi uang guna menyumbang penelitian tentang kanker Osteosarcoma.

Namun, Fox yang memiliki kaki kanan prostetik, harus berhenti berkarir setelah 143 hari kemudian, kankernya terus menyebar. Ia meninggal dunia kurang dari setahun kemudian.

(khr/DAL)

[Gambas:Video CNN]