Ahli Berhasil Hidupkan Mikroba Usia 100 Tahun dengan Nitrogen

CNN Indonesia | Kamis, 06/08/2020 06:37 WIB
Peneliti mengklaim berhasil menghidupkan kembali mikroba berumur 100 juta tahun dengan memberi karbon dan nitrogen. Ilustrasi mikroba. (dok. cgtn.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekelompok peneliti mengklaim berhasil menghidupkan kembali dan membudidayakan mikroba berumur 100 juta tahun. Mereka menghidupkan mikroba itu dengan memberi karbon dan nitrogen.

Untuk menangkap mikroba-mikroba itu, para peneliti mengebor sedimen hingga mencapai batuan vulkanik perairan Samudera Pasifik. Hasilnya, mereka memperoleh sedimentasi berisi mikroba berumur 101,5 juta tahun.

Melansir Wired, peneliti menggunakan bahan kimia untuk menemukan mikroba dari tempat persembunyiannya di tengah banyak partikel sedimen. Mereka mengklaim menemukan 1.011 sel per sentimeter kubik sedimen.


Dengan menggunakan  karbon dan nitrogen, peneliti menyebut mikroba tertentu meningkatkan jumlahnya sebanyak empat kali lipat.

"Itu tidak bisa dipercaya. Lebih dari 99 persen mikroba bisa hidup kembali," ujar geomikrobiologi Badan Sains dan Teknologi Kelautan-Bumi Jepang, Yuki Morono.

Tak hanya menghidupkan, Morona dan rekannya juga berhasil mengisolasi beberapa sel purba dan membuat mereka membentuk komunitas yang lebih besar.

Dalam penelitian yang diterbitkan di Nature, peneliti menganalisis setiap sel mikroba itu dengan spektrometri massa ion sekunder berskala nanometer (NanoSIMS) yang secara aktif memasukkan substrat berlabel isotop. Peneliti melihat mikroba itu mengambil karbon dan nitrogen dalam waktu 68 hari setelah inkubasi.

Melansir CBS News, peneliti menganalisis sampel sedimen yang ditemukan sekitar 12.140 hingga 18.700 kaki di bawah permukaan laut di South Pacific Gyre, sebuah sistem arus berputar yang terletak di Samudra Pasifik.

Melalui percobaan lebih lanjut, para peneliti berharap untuk menentukan bagaimana mikroba mampu bertahan selama jutaan tahun.

"Bagian yang paling menarik dari penelitian ini adalah bahwa pada dasarnya menunjukkan bahwa tidak ada batasan untuk hidup di sedimen," ujar ahli kelautan dan penulis studi dari Universitas Rhode Island D'Hondt.

"Mempertahankan kemampuan fisiologis penuh selama 100 juta tahun dalam isolasi kelaparan adalah suatu prestasi yang mengesankan," ujarnya.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]


ARTIKEL TERKAIT