Bisnis Apple di China Terancam Imbas Trump Blokir WeChat

ans, CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 05:50 WIB
Bisnis Apple di China bisa terancam imbas dari larangan Presiden AS Donald Trump melarang perusahaan AS berbisnis dengan WeChat dan Tencent. Ilustrasi (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang melarang WeChat dapat mengakibatkan konsekuensi luas kepada hampir seluruh industry teknologi, termasuk berdampak besar kepada Apple di China.
 
Apple memiliki basis pelanggan di China yang signifikan dan hampir semua mitra manufaktur dan perakitan penting berbasis di sana. Larangan Trump mungkin tak hanya memaksa Apple untuk menghapus WeChat dari App Store-nya, namun juga dapat mengubah cara Apple membangun dan menjual produk baru di masa depan.
 
Menggunakan iPhone tanpa WeChat secara efektif bukanlah sebuah ponsel bagi ratusan juta pengguna di China yang sangat mengandalkan layanan tersebut. Jika Apple tidak dapat menyediakan WeChat di iPhone karena larangan Trump, maka bisnisnya di China hampir pasti akan menguap dalam semalam.
 
Dilansir dari London Daily, WeChat mengakomodasi banyak layanan seperti pemesanan taksi, melakukan pembayaran, namun layanan andalannya adalah platform pengiriman pesan. Layanan pesan ini menjadi kunci bagi warga China. 
 

Melarang WeChat tidak akan memberi opsi lain bagi warga China untuk menggunakan layanan pesan yang gratis dengan keluarga dan kerabatnya di negara tersebut, seperti dikutip The Verge.  

Sebab, warga China tidak mungkin beralih ke platform pengiriman pesan yang berbasis di AS. Sebab, sebelumnya China telah memblokir media sosial dari barat seperti Facebook Messenger, Instagram, Google, dan Snapchat.


Belakangan, WhatsApp juga diblokir dari negara itu. Namun, warga China masih bisa mengakses media sosial tersebut melalui VPN (virtual private network). Namun, koneksi menggunakan VPN seringkali tidak stabil.
 
Jika Trump benar-benar meminta Apple menghapus WeChat dari toko aplikasi, maka ini akan jadi ancaman serius buat pengguna Apple di China.

Pasalnya, pengguna Apple tak bisa sembarangan memasang aplikasi dari pihak ketiga. Berbeda dengan Android yang bisa memasang aplikasi dari toko lain jika diblokir oleh Play Store.
 
Larangan dagang perusahaan AS dengan WeChat dan perusahaan yang menaunginya, Tencent, bisa memberi dampak serius bagi Apple. Pelarangan ini merupakan buntut dari meningkatnya konflik perang dagang antara AS dan China selama bertahun-tahun.
 
Penjualan Apple di China bukan hanya bergantung pada iPhone semata. Tapi, pengguna Apple di China juga cukup royal menghabiskan uang untuk membeli aplikasi.

Berdasarkan data April tahun ini, pengguna Chin menghabiskan US$ 1,53 miliar pada April untuk pembelian di App Store. Angka ini belum termasuk uang yang dihabiskan untuk berlangganan iCloud atau Apple Music.
 
Selain itu, kesuksesan Apple di bawah Tim Cook sebagian besar dibangun di atas ekspansinya ke China, baik sebagai pusat manufaktur maupun basis pelanggan yang signifikan.
 
Larangan WeChat oleh Trump dapat menyerang fondasi yang dulunya kokoh, dengan potensi untuk menghancurkan salah satu benteng pelanggan terbesar Apple dan kemampuannya untuk memproduksi hampir semua produknya.
 
Bahkan jika semua konflik ini mereda, momen ini adalah pengingat yang jelas bagi Apple tentang betapa bergantungnya perusahaan itu pada China.

(eks/eks)

[Gambas:Video CNN]