Diduga Akurat, Deteksi Covid-19 Diminta Pakai Swab Antigen

CNN Indonesia | Senin, 10/08/2020 18:33 WIB
Rapid test swab antigen disebut lebih akurat dibandingkan rapid test antibodi yang selama ini digunakan untuk deteksi virus corona Covid-19. Ilustrasi swab virus corona. (AP/Tatan Syuflana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Erlina Burhan menyatakan rapid test antigen lebih akurat dibandingkan rapid test antibodi untuk deteksi virus corona Covid-19.

Erlina mengatakan rapid tes antigen bekerja dengan mendeteksi keberadaan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

"Swab antigen atau rapid tes antigen ini diproyeksikan untuk gantikan rapid tes antibodi karena antigen ini memiliki akurasi lebih baik dibandingkan rapid tes antibodi. rapid antigen ini sama cepatnya dengan sudah ada hasil," kata Erlina saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (9/8).


Erlina menuturkan rapid test antigen dan antibodi sama-sama menghasilkan hasil yang cepat dalam waktu kurang lebih 30 menit. Namun, akurasi rapid test antibodi kurang akurat karena bukan mendeteksi virus, melainkan mendeteksi antibodi tubuh terhadap penyakit Covid-19.

Elina berkata antibodi terkadang belum muncul di awal-awal seseorang terjangkit Covid-19, sehingga terjadi false negative (hasil negatif padahal sebetulnya pasien terinfeksi).  Sehingga, hasil rapid test akan mengeluarkan hasil negatif apabila antibodi belum terbentuk ketika orang terjangkit Covid-19.

Lebih lanjut, Erlina menjelaskan rapid tes antigen berbeda dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) meski sama-sama menggunakan metode swab. Sebab, rapid tes antigen mengambil sampel antigen dari hidung atau tenggorokan. Antigen adalah protein yang dikeluarkan oleh virus, termasuk Covid-19.

"Yang diambil adalah swab hidung atau tenggorokan dan ini dimasukkan ke dalam alat dan melihat reaksi antigen Covid-19. Jadi virusnya yang dideteksi adalah bagian luar virus," ujarnya.

Antigen, lanjut Erlina dapat terdeteksi ketika ada infeksi yang sedang berlangsung di tubuh seseorang. Karena itu, rapid test antigen dapat mendeteksi keberadaan antigen virus corona pada orang yang sedang mengalaminya.

Di sisi lain, Erlina menyampaikan raid test antigen merupakan hal yang baru. Salah satu negata yang telah menggunakan metode itu adalah Korea Selatan untuk melakukan pendeteksian dini dan dilanjutkan dengan tracing kasus.

PCR Pilihan Utama

Erlina menegaskan PCR tetap merupakan standar tertinggi atau gold standard pendeteksian Covid-19 meski rapid test antigen menawarkan akurasi yang tinggi dibandingkan rapid test antibodi. Sebab rapid test antigen tetap merupakan rapid tes dengan tingkat akurasi yang lebih rendah dibandingkan PCR.

Erlina mengakui hasil penelitian di Belgia menunjukkan deteksi dari rapid test antigen adalah 105 kali lebih kurang sensitif dibandingkan dengan pemeriksaan RT PCR.  Namun, rapid test antigen tidak seperti PCR yang memakan waktu beberapa untuk mengeluarkan hasil.

"Kalau PCR ini deteksi  semua bagian virus, kalau antigen ini bagian luar virus saja saja. Akurasi memang tetap di bawah PCR yang masih gold standard," ujar Erlina.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio juga menilai antigen lebih akurat dari antibodi. Sebab antigen langsung merepresentasikan keberadaan virus di dalam tubuh.

"Jadi, swab antigen seperti rapid test, tapi yang dideteksi itu antigen. Tentu kalau bisa mendeteksi antigennya, itu memang lebih baik daripada mendeteksi antibodi. Karena antigen itu langsung mewakili virusnya," ujar Amin.

(jnp/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK