Tahapan Pengembangan Vaksin Corona Buatan Indonesia

CNN Indonesia | Jumat, 14/08/2020 16:42 WIB
Bio Farma menjelaskan tahapan pengembangan vaksin corona buatan Indonesia, vaksin Merah Putih, Ilustrasi. Bio Farma menjelaskan tahapan pengembangan vaksin corona buatan Indonesia. (AFP/BAY ISMOYO)
Bandung, CNN Indonesia --

Bio Farma menjelaskan tahapan pengembangan vaksin Merah Putih, vaksin Covid-19 untuk menangkal virus corona SARS-CoV-2 buatan Indonesia.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Bio Farma Bambang Heriyanto Pada tahap awal, LBM Eijkman akan mulai memproduksi prototipe kandidat vaksin.

"Jadi Saat ini isolat virus Covid-nya sedang diteliti di Eijkman. Setelah dapat kandidat vaksin baru bisa diserahterimakan ke Bio Farma," paparnya di Bandung, beberapa waktu.


Selanjutnya, kandidat vaksin ini akan mengikuti sejumlah pengujian sebelum bisa diproduksi massal.

"Dalam bentuk kerja sama konsorsium nasional ini mulai Februari sampai Maret tahun depan kandidat vaksinnya baru diperoleh," jelas Bambang lagi.

Setelah diserahkan, Bio Farma melanjutkan pengembangan. Perusahaan yang berbasis di Bandung itu akan memulai up scaling untuk skala produksi yang akan dilakukan pada Q2 2021.

Selanjutnya, kandidat vaksin akan mengikuti tahap pengujian vaksin pada umumnya, yaitu uji pre-klinis, uji klinis fase I, uji klinis fase II dan uji klinis tahap III.

Uji klinis tahap III ini akan dimulai pada Q4 2021. Jika lancar, vaksin merah putih untuk Covid-19 itu akan rampung dua tahun lagi.

"Di 2021 ke sana jadi tanggung jawab Bio Farma. Diperkirakan 2022 sudah jadi kandidat untuk vaksin," ujar Bambang.

Direktur Operasi Bio Farma M Rahman Roestan berharap, dengan skema jangka panjang ini dapat tercipta kemandirian vaksin merah putih.

"Dalam hal ini, yang ingin kita ajak ke stakeholder lainnya adalah kolaborasi ini untuk Merah Putih. Teman-teman di lembaga riset seperti di Eijkman kita percepat kemandirian vaksin Merah Putih ini," ujarnya.

Untuk mendapatkan kandidat vaksin Merah Putih, Rahman menuturkan, Bio Fama juga menjalin kerja sama dengan Sinovac. Hal itu mengingat bahwa pandemi saat ini terjadi di banyak negara bukan hanya di Indonesia.

"Terkait kolaborasi global kita juga perlu ada diplomasi antar negara sahabat. Sekarang ini di forum global ini sudah sangat seksi isunya pandemi sekarang kita harus kompak untuk global health security. Sambil jalan, kolaborasi global kita juga ingin percepat konsorsium nasional untuk kemandirian anak bangsa," ujarnya.

Bio Farma sendiri akan memproduksi hingga 250 juta dosis selepas uji klinis fase ketiga vaksin asal Sinovac rampung pada awal 2021.

(hyg/eks)

[Gambas:Video CNN]